PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Eko Marsoro mengatakan keseluruhan komoditas ekspor Kalimantan Tengah pada April 2024 merupakan komoditas non migas dengan nilai mencapai US$331,52 juta atau mengalami penurunan sebesar 0,74 persen dibanding Maret 2024 yakni US$333,98 juta.

"Komoditas non migas dengan nilai mencapai US$331,52 juta atau mengalami penurunan sebesar 0,74 persen dibanding Maret 2024 yakni US$333,98 juta," kata Eko pada Sabtu, 22 Juni 2024.

Sebaliknya total volume ekspor Kalimantan Tengah pada April 2024 mengalami peningkatan sebesar 1,52 persen dibanding Maret 2024.

"Nilai ekspor hasil tambang memiliki kontribusi paling besar yakni 90,24 persen terhadap total nilai ekspor Kalimantan Tengah pada April 2024," katanya.

Jika dibandingkan dengan Maret 2024, lanjut Eko, nilai ekspor hasil tambang mengalami peningkatan sebesar US$28,29 juta atau 10,44 persen.

"Komoditas utama ekspor hasil tambang selama April 2024 diantaranya batu bara, bijih zirconium, niobium dan tantalum, bijih timbal, bijih seng, bijih titanium dan zirconium silikat," terang Eko.

Sementara itu, nilai ekspor hasil industri pengolahan Kalimantan Tengah pada April 2024, tuturnya, mencapai US$60,33 juta dan memberi kontribusi sebesar 18,06 persen terhadap total nilai ekspor.

--page

"Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, ekspor hasil industri mengalami peningkatan senilai US$6,00 juta atau 14,82 persen," katanya lagi.

Lebih lanjut Eko menuturkan, komoditas utama ekspor hasil industri pengolahan diantaranya minyak kelapa sawit, kayu olahan, karet remah atau crumb rubber, bungkil dan residu, kayu lapis dan karet buatan serta veneer.(TESTI PRISCILLA/R)