BORNEONEWS, Sampit - Jembatan Sapihan Besar yang terletak di perbatasan antara Kelurahan Basirih Hilir dan Samuda Kota, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sudah puluhan tahun berdiri, namun tak pernah tersentuh rehabilitasi.
"Jembatan itu sudah lebih dari 20 tahun sejak berdiri belum pernah mendapat rehab," kata Camat Mentaya Hilir Selatan Syahrial, Sabtu, 22 Juni 2024.
Jembatan tersebut memang bukan satu-satunya penghubung 2 Kelurahan tersebut. Namun menjadi jembatan terbesar dan keberadaannya sangat vital.
Jembatan tersebut membentang di atas Sungai Sapihan sebagai jalan utama keluar masuk yang biasa digunakan sebagai jalur mengangkut hasil bumi.
Jembatan Sapihan Besar memiliki konstruksi yang terbuat dari kayu ulin. Kondisinya pun kini terlihat usang dan sebagian kayu lapuk termakan usia. Sehingga sangat rawan ketika kendaraan besar melintasinya.
--page
Lurah Samuda Kota Sukarno Arif mengatakan, pengguna jembatan tersebut tidak hanya masyarakat sekitar Samuda. Di wilayah itu terdapat terdapat 3 pelabuhan menuju seberang sungai mentaya yaitu Desa Satiruk, Babirah, Kelampan.
"Masyarakat memanfaatkan jembatan ini untuk mengangkut hasil bumi menuju pasar Samuda dan lainnya," kata Sukarno. (DEWI PATMALASARI/j)









