KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - TP PKK Kabupaten Kapuas bersama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kapuas telah mengadakan kegiatan workshop pengolahan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan pangan lokal bagi Kader TP PKK se Kecamatan Kapuas Murung.

PMT berbahan makan lokal merupakan salah satu strategi penanganan masalah gizi pada balita dan ibu hamil kurang energi. Selain itu, dalam pemberiannya harus disertai edukasi gizi dan edukasi kesehatan agar masyarakat paham akan pentingnya status gizi yang baik.

Hadir dalam kegiatan tersebut sekaligus membuka acara, Pj Ketua TP PKK Kabupaten Kapuas, Agustina Sri Rejeki didampingi Camat Kapuas Murung, Ahmad Kurnadi dan Ketua TP PKK Kecamatan Kapuas Murung, hadir juga Kepala Dinas P3APPKB dr Tri Setyautami yang juga sebagai narasumber, Persagi Kapuas, Kepala Puskesmas Kecamatan Kapuas Murung serta Kepala Balai Penyuluh KB.

Pj Ketua TP PKK Kabupaten Kapuas Agustina Sri Rejeki menyampaikan bahwa Kabupaten Kapuas untuk tahun 2024 ini angka stunting mengalami penurunan menjadi 16,2 persen, tetapi yang perlu diperhatikan menurutnya adalah yang berisiko stunting.

“Kita harapkan setelah kegiatan workshop ini bagi ibu Ketua TP PKK Desa yang didesanya itu anak- anak yang terdeteksi beresiko stunting untuk bisa diintervensi jangan sampai muncul stunting-stunting baru,” katanya, Minggu, 23 Juni 2024.

--page

Ia juga meminta kepada anggota TP PKK Kecamatan Kapuas Murung yang masyarakatnya mempunyai balita, ibu hamil maupun calon pengantin untuk mengajak agar memeriksakan kesehatan ke Posyandu.

“Saya minta kepada ibu-ibu Ketua TP PKK Desa nanti bekerja sama dengan Ketua TP PKK Kecamatan untuk saling bersenergi, kita bersama-sama menurunkan angka stunting khususnya di Kecamatan Kapuas Murung,” pungkasnya. (DODI/Y)