SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Sebanyak 905 anak mengikuti sunat atau khitan massal yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim).

"Hari ini mulai kita pelaksanakan sunat massal se-Kotim memanfaatan libur panjang anak-anak kita. Saya memperhitungkan waktunya sangat cukup untuk mereka beristirahat untuk sunat," kata Bupati Kotim Halikinnor, Senin, 24 Juni 2024.

Sunat massal tersebut akan digelar di 17 kecamatan di Kotim. Kegiatan tersebut diawali Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dengan 320 anak SD yang dikhitan secara massal di aula Rumah Jabatan Bupati.

Khitan massal tersebut sengaja digelar karena Halikinnor mendengarkan keluhan masyarakat bahwa ada anaknya yang belum disunat karena keterbatasan biaya.

"Memang biaya sunat ada yang Rp500 ribu hingga Rp1,5 juta. Tetapi bagi masyarakat kita yang kurang mampu, biaya itu cukup berat," ujarnya. 

--page

Sehingga dirinya berupaya membantu agar anak-anak tersebut bisa khitan menunaikan kewajiban bagi yang muslim. Sunat juga sangat penting bagi kesehatan. Oleh karenanya khitan massal tersebut juga diikuti sejumlah siswa beragama Kaharingan, Kristen dan Katolik. 

Ia tidak menyangka, pendaftaran yang dilaksanakan secara online mendapat antusias masyarakat. Bahkan di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang ada 280 anak yang terdaftar secara online dan masih banyak yang mendaftar offline.

"Besok saya akan ke Kecamatan Mentaya Hulu dan hari Rabu giliran anak-anak Kecamatan Baamang yang akan mengikuti sunat massal," tandasnya. 

Sebagai informasi, 905 anak yang mengikuti khitan massal yaitu 18 anak dari Kecamatan Antang Kalang, 18 anak Kecamatan Baamang, 1 anak Bukit Santuai, 40 anak Cempaga, 18 anak Cempaga Hulu, 16 anak Kota Besi, dan 280 anak Mentawa Baru Ketapang.

Selain itu, juga 48 anak Mentaya Hilir Selatan, 31 anak Mentaya Hilir Utara, 55 anak Mentaya Hulu, 27 anak Parenggean, 41 anak Pulau Hanaut, 9 anak Seranau, 44 anak Telaga Antang, 57 anak Telawang, dan 18 anak Teluk Sampit. Jumlah tersebut belum termasuk orang tua yang mendaftarkan anaknya untuk sunat gartis secara offline. (DEWI PATMALASARI/j)