BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Penjabat (Pj) Bupati Kapuas Erlin Hardi didampingi sejumlah kepala SOPD telah mengikuti Rapat koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi tahun 2024 secara virtual.
Kegiatan tersebut sekaligus dirangkai dengan Penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) Polio secara virtual bersama gubernur dan bupati/walikota seluruh Indonesia yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri RI) Tito Karnavian.
Pada kesempatan tersebut, Pj Bupati Kapuas, Erlin Hardi menyampaikan Pemerintah Kabupaten Kapuas berkomitmen untuk terus berupaya menjaga kesehatan dan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Ia juga menyampaikan bahwa Kabupaten Kapuas akan terus berkomitmen dalam melakukan tindakan nyata dan membuat inovasi dan kreasi dalam pengendalian inflasi di daerah.
"Kita telah menggerakkan semua sektor untuk menekan angka Inflasi dan mengarahkan semua stakeholder untuk berperan dalam meningkatkan pengawasan, penanganan permasalahan dengan detail baik dari ketersediaan bahan, harga pasar, stabilitas pasokan pangan," katanya, Selasa, 25 Juni 2024.
--page
Sebelumnya, dalam Rakor virtual itu, Mendagri menekankan kepada gubernur dan bupati/walikota agar mempertimbangkan situasi terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) Poliomylitis atau penyakit Polio pada 6 Provinsi yakni, Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Papua Tengah dan Papua Pegunungan.
“Hal ini perlu dilakukan upaya yang massif dengan cakupan tinggi dan merata untuk memutus transmisi virus polio,” ungkap Tito.
Menanggulangi Polio di Indonesia Mendagri mengeluarkan Surat Edaran Mendagri Nomor 400.5.2/2673/SJ tanggal 7 Juni 2024 perihal pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional dalam rangka Penanggulangan KLB Polio.
Kepala daerah juga diminta agar selalu memastikan ketersediaan sumber daya yang memadai dan berkelanjutan di daerahnya masing-masing. (DODI/H)









