PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sekretaris Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi Kalteng, Linae Victoria Aden menekankan penurunan stunting masih prioritas pembangunan Kalteng.

“Dalam konteks program kerja Pemprov Kalteng upaya percepatan penurunan stunting menjadi salah satu program prioritas pembangunan Kalteng,” tutur Linae saat rakor monitoring pengukuran dan intervensi serentak pencegahan stunting di Palangka Raya, baru baru ini.

Ia mengingatkan penurunan stunting sangat erat kaitannya dengan pengelolaan sumber daya manusia. Persoalan SDM menjadi salah satu hal yang menjadi perhatian serius dari gubernur Kalteng.

”Dalam berbagai forum, baik formal maupun informal, Bapak Gubernur selalu menekankan pentingnya menyiapkan dan mewujudkan SDM Kalteng yang handal dan berdaya saing,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3APPKB) ini juga menekankan SDM yang sehat dan cerdas, inovatif, terampil, dan berkarakter unggul.

Sebagai informasi, stunting adalah kondisi di mana pertumbuhan anak terganggu sehingga tinggi badannya lebih pendek dibandingkan dengan anak-anak seusianya.

Stunting biasanya terjadi akibat malnutrisi kronis selama periode kritis pertumbuhan, terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan mulai dari konsepsi hingga usia dua tahun.

Penyebab utama stunting meliputi kurangnya asupan gizi yang adekuat, seringnya terkena penyakit infeksi, serta praktik pemberian makan yang tidak memadai.

--page

Anak-anak yang mengalami stunting memiliki risiko lebih tinggi terhadap berbagai masalah kesehatan di masa depan, termasuk keterlambatan perkembangan fisik dan kognitif.

Termasuk kemungkinan penurunan kemampuan belajar, serta peningkatan risiko penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi ketika dewasa. (HERMAWAN DP/R)