PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, M Hasan Busyairi menyerukan kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Kota untuk menghapus stigma tentang sekolah favorit di kalangan masyarakat.

"Langkah ini dapat dilakukan dengan memastikan pemerataan siswa atau calon siswa dalam proses PPDB di daerah ini," katanya, Selasa, 25 Juni 2024.

Menurutnya, banyak keluhan dari masyarakat terkait jumlah pendaftar yang berpusat pada beberapa sekolah tertentu saat PPDB di Kota Palangka Raya baru-baru ini.

Dampaknya adalah siswa yang mendaftar melalui jalur zonasi sering kali tidak dapat ditempatkan di sekolah yang benar-benar berdekatan dengan tempat tinggal mereka.

"Banyak yang mendaftar di sekolah-sekolah yang dianggap favorit, seperti SMP Negeri 1 Palangka Raya, SMP Negeri 2 Palangka Raya, hingga SD Negeri 4 Menteng," ungkapnya.

Hasan menyatakan bahwa situasi ini akan terus menciptakan stigma di masyarakat dan membuat anggapan bahwa sekolah tersebut adalah yang terbaik di Kota Palangka Raya.

Kondisi ini mendorong masyarakat untuk mendaftar pada sekolah-selolah tersebut, bahkan ada yang sengaja mengubah alamat tempat tinggal agar terlihat lebih dekat dengan sekolah favorit tersebut.

Oleh karena itu, Hasan mendorong orang tua untuk mempertimbangkan sekolah yang berdekatan dengan rumah masing-masing saat memilih sekolah untuk anak-anak mereka.

--page

Dengan langkah ini diharapkan pemerataan siswa di Kota Palangka Raya dapat terjadi, sehingga tidak ada sekolah yang kelebihan siswa sementara yang lain kekurangan.

"Sebenarnya semua sekolah itu sama, tidak ada yang spesial. Masyarakat perlu menghilangkan stigma seperti ini," tutupnya. (HENDRI/R)