BORNEONEWS, Palangka Raya - Sustainability Manager PT Sawit Mandiri Lestari atau SML, Joko Triyanto menuturkan bahwa pihaknya berkolaborasi dengan empat Masyarakat Peduli Api atau MPA di Lamandau.
"Prediksi cuaca yang bersahabat dari BMKG Kalteng tentunya menggembirakan karena resiko kebakaran hutan dan lahan diprediksi akan menurun pada tahun 2024 ini," kata Joko dalam rilisnya pada Selasa, 25 Juni 2024.
Namun seperti apapun kondisi yang ada, lanjutnya, kebakaran hutan dan lahan adalah ancaman nyata dan perlu menjadi perhatian bagi semua pihak.
"Jika merujuk pada aturan pemerintah yakni Permentan nomor 5 tahun 2018 Tim Tanggap Darurat terdiri dari Tim Inti, Tim Cadangan dan Tim Perbantuan, termasuk Kelompok Tani Peduli Api atau KTPA atau yang sering disebut sebagai Masyarakat Peduli Api atau MPA," bebernya.
Pembentukan Masyarakat Peduli Api katanya merupakan salah satu langkah mendukung usaha pemerintah dalam hal menanggulangi masalah kebakaran hutan dan lahan di daerah sekitar operasi PT SML.
--page
Pembentukan dilakukan untuk empat Kelompok MPA dari 4 Desa di antara 8 Desa yang menjadi stakeholder Range 1 dan 2 PT SML.
"Kegiatan ini dilaksanakan di Lapangan Estate Suja oleh Kapolsek Lamanadau, Danramil Lamandau, Camat Lamandau dan jajaran management PT Sawit Mandiri Lestari pekan lalu," terangnya. (TESTI PRISCILLA/Y)









