BORNEONEWS, Palangka Raya - Sustainability Manager PT Sawit Mandiri Lestari atau SML, Joko Triyanto mengatakan bahwa pihaknya melakukan upaya preventif dalam menghadapi musim kemarau Kalteng.
"Menurut release dari BMKG Kalimantan Tengah diprediksi sifat musim kemarau 2024 di Provinsi Kalimantan Tengah akan mengalami musim kemarau yang bersifat normal hingga atas normal," kata Joko dalam rilisnya kepada Borneonews pada Selasa, 25 Juni 2024.
Diprediksi, lanjut Joko, puncak musim kemarau 2024 di seluruh Provinsi Kalimantan Tengah berkisar pada bulan Agustus 2024.
"Selain itu, prediksi cuaca dari BMKG untuk tahun 2024 ini curah hujan akan normal, dan kemungkinan musim kemarau," tuturnya.
Upaya pencegahan dilakukan dengan melakukan assesment untuk mengidentifikasi daerah rawan kebakaran dilanjutkan sosiliasasi dan awareness," tutur Joko lagi.
Kesiapsiagaan tanggap darurat menurutnya adalah bagian tak kalah penting dalam upaya mencegah terjadinya kebakaran lahan dan hutan.
--page
"Pencegahan dan langkah-langkah preventif harus senantiasa dilakukan agar resiko semakin menurun dan tidak terdapat kejadian kebakaran hutan dan lahan," tuturnya.
Selain membentuk, melatih dan mensimulasikan pemadaman kebakaran hutan dan lahan oleh Tim Inti, Tim Cadangan dan Tim Perbantuan, sebagai salah satu dukungan guna mencegah terjadinya kebakaran lahan dan hutan, perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Sawit Mandiri Lestari telah berinisiatif membentuk Kelompok Masyarakat Peduli Api, yang anggotanya adalah gabungan dari Pemdes, BPD, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda, dan Anggota Kelompok Tani Kelapa Sawit yang tergabung dalam koperasi binaan Perusahaan. (TESTI PRISCILLA/Y)









