SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Riskon Fabiansyah prihatin terhadap video syur yang melibatkan pelajar akhi-akhir ini marak beredar di masyarakat.

"Harapan kami harus ada pengusutan hingga tuntas siapa pelaku penyebaran video tersebut dan ke depan perlu langkah-langkah preventif yang harus dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang kembali," kata Riskon.

Dirinya sedih, pelajar yang semestinya fokus mengembangkan diri dengan belajar dan berkreativitas justru terlibat dalam video asusila. Mereka yang akan menjadi generasi penerus kepemimpinan daerah ini semestinya membentengi diri dari hal-hal negatif.

Ia berharap, ada langkah preventif baik dari orang tua, guru dan pemerintah untuk membatasi akses pelajar ke konten-konten pornografi. Terbukanya akses tersebut diduga menjadi contoh tidak baik bagi pelajar. 

"Kalau kita melihat, perilaku seperti ini biasanya terdorong oleh akses konten-konten pornografi yang sangat mudah diperoleh pelajar," kata legislator Fraksi Golkar tersebut. 

--page

Sehingga perlu kontrol yang baik yang dilakukan bersama-sama agar anak-anak didik di Kotim enggan membuka konten-konten tersebut. Orang tua dan guru harus memantau dan mengalihkan perhatian anak kepada kegiatan-kegiatan positif untuk mencegah anak mengakses konten negatif.

"Dinas Pendidikan juga harus melakukan evaluasi secara menyeluruh di lingkungan sekolah kita untuk meminimalisir dan mencegah kejadian tersebut terulang," imbuhnya. 

Lanjutnya, pelaku penyebar pertama dan pelaku yang diduga pelajar dalam video syur viral di Kotim tersebut harus diusut tuntas oleh pihak berwajib. Hal tersebut agar motif pelaku yang diduga pelajar dapat diketahui. 

"Apakah karena ikut-ikutan, ada rayuan atau motif ekonomi untuk konten diperjual belikan. Saya kira itu perlu pengusutan tuntas," katanya.

Diketahui, belum genap sepekan 2 video asusila remaja viral diperbincangkan masyarakat Kotim. Video tersebut dibagikan di sosial media dan mendapat ribuan penonton serta komentar. Masyarakat mengecam video asusila tersebut karena melibatkan remaja.

--page

Pada Rabu, 19 Juni 2024 beredar video berdurasi 32 detik direkam warga yang saat itu mengaku hendak menuju tempat wisata Pantai Ujung Pandaran. Dalam video terekam 2 orang sedang melakukan hubungan intim di bawah pohon rindang yang ada di sekitar tempat wisata. Meski belum diketahui status pelajarnya, namun secara jelas orang yang terlibat dalam video asusila itu ialah 2 remaja.

Kemudian pada Selasa, 25 Juni 2024 kembali beredar video berdurasi 52 detik perempuan yang menggunakan pakaian seragam dan dasi yang menunjukkan identitas salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) di Sampit melakukan adegan tidak senonoh. (DEWI PATMALASARI/H)