SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pedagang Pasar Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit berharap kedatangan Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi akan membawa perubahan perekonomian di Kotawaringin Timur (Kotim).

"Saat ini harga pangan tidak stabil, bahkan daging ayam bisa mencapai Rp50 ribu/kg. Mungkin karena perekonomian yang melemah atau apa pun itu sangat berpengaruh terhadap kami pedagang," kata Hayati salah satu pedagang di Pasar PPM Sampit, Rabu, 26 Juni 2024.

Dirinya seorang lanjut usia (lansia) yang menjajakan rempah-rempah di ruko Pasar PPM. Meski harga rempah-rempah yang ia jual tergolong stabil, namun harga kebutuhan pokok sering melambung tinggi.

Hal itu karena mayoritas kebutuhan pangan di Kotim masih didatangkan dari Pulau Jawa. Sehingga biaya pengiriman dan kelancaran distribusi dari Jawa ke Sampit sangat berpengaruh cenderung membuat harga lebih mahal.

Sebagai pedagang rempah-rempah yang menjajakan dagangannya mulai harga Rp5 ribu, dirinya mengaku sulit mendapatkan keuntungan berlebih, akibat kebutuhan pokok yang sering melambung di Sampit. 

--page

"Kami juga perlu menyisihkan untuk anak cucu sekolah. Semoga kedatangan Presiden semakin maju dan lancar mendapat sandang, pangan dan papan yang menjadi kebutuhan dasar kita," ucapnya.

Pasar PPM menjadi sasaran pertama kunjungan Presiden ke Sampit. Sekretariat Presiden menjelaskan kedatangan Presiden untuk menyerahkan bantuan langsung tunai dan bantuan modal usaha untuk pedagang dan PKL di Pasar PPM. 

Presiden juga direncanakan meninjau pasar basah atau Pasar Ikan Mentaya dan pasar kering untuk berinteraksi dengan pedagang, sekaligus mengecek harga kebutuhan pokok yang beredar di Sampit. (DEWI PATMALASARI/H)