BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Barat mengatakan, Fitriyana masyarakat dari 6 kecamatan dapat menghasilkan 240 ton sampah dalam sehari.
Tapi saat ini DLH Kobar hanya mengelola dua kecamatan, yakni Kecamatan Arut Selatan dan Kecamatan Kumai yang menghasilkan mulai 140 - 150 sampah sehari.
Hal tersebut disampaikan saat wawancara dengan awak media dalam kegiatan Gotong Royong Bersih Sungai Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024 di Kampung Sega, Kelurahan Mendawai, Kabupaten Kobar.
Dia menerangkan sesuai kebijakan strategi daerah dan pengolahan persampahan, pihaknya akan menargetkan tahun 2024 ini setidaknya 30 - 40 persen pengelolaan sampah terlaksana ke semua daerah.
"Artinya masyarakat ada bank sampah, ada TPST 3R-nya, nanti berkolaborasi dengan kelurahan desa dan kecamatan, selain itu kita akan dibantu juga dengan CSR BUMN karena memang masalah lingkungan termasuk masalah dunia," terangnya, Rabu, 26 Juni 2024.
Dia menyampaikan hingga kini Kabupaten Kobar memiliki 6 tempat yang aktif dari 24 tempat pembuangan sampah, hal ini dikarenakan oleh jarak dan harga.
--page
"Kami sudah mengusulkan melalui pemerintah daerah Kabupaten Kobar untuk memerlukan tenaga mengelola sampah, dan kendala kami di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) itu tidak adanya listrik, makanya kami minta support PLN," tukasnya.(NURITA/R)









