BORNEONEWS, Palangka Raya - Ekspor melalui pelabuhan di Kalimantan Tengah selama April 2024 didominasi oleh hasil industri yaitu US$28,39 juta atau 90,70 persen dari total ekspor melalui pelabuhan di Kalimantan Tengah.
"Ekspor hasil industri tersebut berasal dari kelompok lemak dan minyak hewani/nabati yakni minyak kelapa sawit," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Eko Marsoro pada Rabu, 26 Juni 2024.
Dilanjutkan dengan kayu dan barang dari kayu yakni kayu olahan dan veneer, serta bungkil dan residu yakni ampas atau sisa industri makanan.
"Selama April 2024, layanan ekspor komoditas tambang melalui pelabuhan di Kalimantan Tengah mencakup 9,30 persen dari total ekspor melalui pelabuhan Kalimantan Tengah," terangnya.
Sebagian besar ekspor komoditas tambang menurut Eko dilakukan melalui pelabuhan di luar Kalimantan Tengah.
"Nilai ekspor hasil tambang melalui pelabuhan Kalteng pada April 2024 mencapai US$2,91 juta," jelas Eko.
Ekspor hasil tambang tersebut dijelaskan Eko berasal dari kelompok bahan bakar mineral yaitu batu bara.
"Berbeda dengan ekspor hasil tambang, ekspor produk-produk pertanian di Kalteng sebagian besar dilakukan melalui pelabuhan di Kalteng," jelasnya.
--page
Selama April 2024, lanjut Eko, ekspor produk-produk pertanian di Kalimantan Tengah melalui Bandara Tjilik Riwut. Nilai ekspor produk pertanian melalui pelabuhan di Kalteng pada April 2024 mencapai US$2,24 ribu.
"Produk pertanian tersebut berasal kelompok ikan dan udang yakni ikan hidup hasil budidaya," katanya.(TESTI PRISCILLA/R)









