BORNEONEWS, Muara Teweh - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, tidak lancar menyuplai air bersih untuk keperluan rumah tangga dan lainnya. Persoalan ini muncul ini muncul karena ada kendala pasokan listrik dari PLN.
Direktur PDAM Muara Teweh Kastanto saat dikonformasi wartawan berkilah tidak lancarnya PDAM ini karena terkendala masalah listrik yang didistribusi PLN yang sering mati-mati, sehingga pendistribusian air ke pelanggan menjadi kurang lancar.
“Kendala kita selama ini kalau pendistribusian tidak lancar hanya dikarenakan masalah PLN yang sering hidup mati ini. Hanya saja saat ini listrik menjadi penghambat dan membuat penyaluran air menjadi tidak stabil. Jadi kita juga tergantung dengan listrik, kalau listriknya bagus tentu distribusi airnya juga bagus. Kalau hidup mati seperti ini pasti kita juga terhambat,” jelasnya.
Ia mengemukakan, pihaknya memang ada mesin genset tersendiri, tetapi mesin listrik tersebut tidak stabil untuk mesin pompa pendistribusian air PDAM ke pelanggan.
“Kendala kita, karena aliran listrik yang sering byar pet, sebab bagaimana pun mesin yang ada itu tidak sanggup untuk menarik airnya,” pungkasnya.
Sebelumnya, Mama Isah, pedagang ikan di pasar Pendopo Muara Teweh mengatakan, setiap siang atau malam air PDAM selalu macet. Kemudian keesokan harinya seperti itu terus berulang-ulang,” keluhnya kepada rombongan DPRD Barito Utara yang dipimpin Set Enus Y Mebas tidak bisa memberikan jawaban terkait keluhan air PDAM.
Para pedagang, mengaku sangat kecewa dengan pelayanan PDAM yang kian hari semakin menurun, terlebih lagi kadang air yang didistribusikan pun sering keruh. “Bagaimana PDAM kita ini kok macet-macet, padahal kita ini bayar PDAM tidak pernah telat, tapi pelayanannya kepada pelanggan seperti ini,” keluhnya.
Bila penanganannya tak kunjung baik, misalkan pimpinan PDAM Muara Teweh tak mampu menangani permasalahan ini, lebih baik mundur saja dari jabatan, karena masih banyak pegawai yang serius dan bisa bekerja secara profesional. “Jadi tolonglah warga dalam mengatasi PDAM yang tidak lancar ini,” ungkap Mama Isah. (RAMADANI/m)








