SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Seseorang laki-laki bertopi hitam di Pasar Ikan Mentaya tiba-tiba dengan bangga menunjukkan amplop berlogo bintang, padi dan kapas berwarna keemasan. Amplop tersebut didominasi warna putih dengan hiasan merah dan abu-abu pada ujungnya. 

"Saya dapat ini," kata laki-laki itu sambil mengayun-ayunkan amplop dengan kedua tangannya.

Rupanya, amplop tersebut bukan amplop biasa. Tertulis 2 baris kalimat dibawah logo berwarna emas tersebut 'Bantuan Kemasyarakatan Presiden Joko Widodo'.

Laki-laki itu bernama Ruslan. Ia adalah seorang pedagang daging ayam di Pasar Ikan yang bersebelahan langsung dengan Pasar Pasar Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM). Ia bangga dan senang menceritakan kisahnya memperoleh amplop tersebut.

Ia mendapatkannya saat rombongan Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi meninjau PPM pada Rabu, 26 Juni 2024, orang nomor satu di Indonesia tersebut berjalan di depan lapak ayam Ruslan.

--page

Ruslan tidak mengira dirinya menjadi salah satu pedagang beruntung yang mendapat bantuan uang tunai dari Presiden. Karena tidak semua rekannya sesama pedagang menerimanya.

"Saya mendapat bantuan uang tunai Rp1,2 juta dari Pak Jokowi. Terima kasih atas bantuan ini menambah pemasukan untuk makan sehari-hari," kata Ruslan.

Ia bersyukur dapat bertemu langsung dengan Presiden Jokowi. Momen ini merupakan kedatangan pertama Jokowi di Sampit. Meski tidak banyak interaksi dan tak banyak bicara, pemimpin yang murah senyum tersebut tak segan mendekat menerima ajakan masyarakat untuk berfoto.

Berjalan ke luar Pasar PPM, tampak sekelompok tukang narik becak terduduk di atas kendaraan roda tiganya. Mereka menyaksikan ribuan orang membubarkan diri setelah iring-iringan Presiden Jokowi meninggalkan Pasar PPM.

Rupanya di samping dudukan masing-masing tukang becak itu terdapat totebag merah putih berlogo istana negara dengan tulisan bantuan Presiden Republik Indonesia. Mereka menerima bantuan beras dari Presiden Jokowi. 

--page

"Mantap dapat beras, saya senang sekali karena harga beras mahal. Dari pagi belum narik jadi ini membantu kami," kata Sugito salah satu penarik becak di Pasar PPM.

Ia berharap, kedatangan RI 1 di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) membawa angin segar percepatan pembangunan dan pemerintah semakin memperhatikan rakyat kecil yang tercekik keadaan ekonomi. (DEWI PATMALASARI/j)