BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) sejak 24 Juni hingga 25 Juli 2024, terus melakukan kunjungan rumah warga untuk melakukan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) data pemilih untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024.
Salah satu yang dikunjungi oleh Pantarlih adalah rumah Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rody Iskandar yang berlokasi di Kelurahan Mendawai, Rabu, 26 Juni 2024 . Selanjutnya, dilakukan verifikasi data pemilih yang telah ada dalam data pemilih.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kobar, Chaidir, mengatakan para petugas Pantarlih telah mendapatkan bimbingan teknis mengenai cara yang benar dalam melakukan coklit.
"Kami tekankan, coklit harus sesuai dengan petunjuk teknis, seperti datang dari rumah ke rumah, mencocokkan data pemilih dan lainnya," jelas Chaidir.
Chaidir menjelaskan, KPU akan melakukan evaluasi hasil Coklit setiap minggu dengan tujuan untuk mengetahui adanya kendala dalam proses Coklit serta mencari solusinya.
--page
"Evaluasi tersebut kami lakukan berdasarkan catatan yang ditemukan di lapangan, sehingga apapun kendalanya bisa dicarikan solusi. Sehingga bisa didapatkan data yang akurat dan valid sehingga data pemilih pada pilkada serentak bisa dipertanggungjawabkan," jelas Chaidir.
Chaidir mengatakan, data hasil Coklit ini akan digunakan sebagai Daftar Pemilih Sementara (DPS) sebelum ditetapkan sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT).
"Data coklit ini akan kita jadikan daftar pemilih sementara atau DPS, sebelum ditetapkan sebagai daftar pemilih tetap atau DPT," jelas Chaidir.
Sekda Kobar Rody Iskandar, menyambut baik kedatangan Pantarlih di kediamannya. "Alhamdulillah hari ini kami kedatangan pantarlih untuk melakukan coklit data pemilih Pilkada yang dilaksanakan 27 November 2024. Harapannya, dengan adanya coklit ini, daftar pemilih kita bisa diverifikasi, supaya nanti memang daftar pemilih itu betul-betul update sesuai dengan fakta dan kondisi di lapangan," jelas Sekda.
Sekda mengimbau warga Kabupaten Kobar agar tidak segan dan tidak menolak apabila ada petugas yang akan melakukan Coklit di rumah.
"Kami harapkan dan himbau kepada warga tidak segan dan tidak menolak kedatangan petugas untuk melakukan coklit di rumah. Karena itu kepentingan kita bersama warga, pemerintah daerah, dan KPU sebagai penyelenggara Pilkada yang akan datang," jelas Sekda. (WAHYU KRIDA/Y)









