BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Bupati Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Bambang Purwanto merasa tidak nyaman dengan munculnya rekaman perbincangan antara seorang aparat sipil negara (ASN) yang mogok kerja dengan pegawai di Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Kobar.

Dalam rekaman yang berdurasi dua jam itu Bupati disebut-sebut menjadi aktor intelektual dibalik mogoknya puluhan ASN di lingkup Badan Lingkungan Hidup (BLH).

Saat ditemui Borneonews, Bambang Purwanto membantah dengan tegas telah menjadi aktor penting dibalik mogoknya puluhan ASN BLN tersebut.

"Rekaman yang mana? Ttidak benar itu bahwa saya yang men-setting aksi mereka," tegas Bambang.

Ia membeberkan, para ASN di lingkup BLH sudah empat kali berupaya melakukan aksi mogok yang dipicu kebijakan (Kaban) Lingkungan Hidup yang menerapkan empat kali absen sidik jari.

Namun, niat puluhan ASN tersebut dapat ia cegah. Ia juga tidak mengetahui kenapa akhirnya aksi mogok ASN terlaksana.

"Asal tahu saja, empat kali sudah ASN di BLH sudah mau mogok tetapi dapat saya cegah. Untuk yang terakhir hingga terlaksana aksi mereka saya tidak tahu kenapa sampai tidak mematuhi larangan saya," ujar Bambang.

Kata dia, para puluhan ASN ini datang ke kediamannya untuk berkonsultasi terkait dengan kebijakan tersebut. Ia mengatakan pada saat datang ke kediamannya ASN ini datang berombongan.

"Saat mereka datang secara beramai-ramai. Saya hanya bilang, loh ada apa ini kok kompak datang," ungkap Bambang.

Lanjut Bambang, tetapi sebenarnya terlepas dari persoalan tersebut ASN juga harus melakukan evaluasi. Menurut Bambang, bahwa para ASN ini adalah pegawai yang seharusnya sudah tahu aturan perundang-undangan yang berlaku. Sampai seluruh ASN mogok kerja artinya pasti ada sesuatu yang terjadi di dalam tubuh BLH.

"Ada mismanajemen yang terjadi. Dan itu yang harusnya diperbaiki," kata dia. (KOKO SULISTYO/m)