BORNEONEWS, Palangka Raya - Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palangka Raya, Hendrikus Satriya Budi mengajak masyarakat untuk mencegah terjadinya bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta kabut asap yang sering mengganggu kesehatan dan lingkungan.
Langkah preventif ini diambil untuk mengurangi risiko dampak negatif dari kebakaran hutan dan lahan yang dapat merugikan banyak pihak.
Dalam imbauannya Budi menekankan pentingnya kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak membakar hutan dan lahan secara sembarangan.
"Tindakan ini diharapkan dapat mengurangi potensi terjadinya kebakaran yang dapat mengancam kehidupan, lingkungan, dan kesehatan masyarakat," katanya, Kamis, 27 Juni 2024.
BPBD Palangka Raya memberikan peringatan serius terhadap bahaya karhutla dan dampak kabut asap yang dapat merugikan banyak pihak.
Budi mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang sering terjadi di musim kemarau.
--page
"Pencegahan karhutla bukan hanya tanggung jawab BPBD, namun juga tanggung jawab bersama seluruh masyarakat. Kolaborasi dan kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran hutan dan lahan menjadi kunci utama dalam upaya mengurangi risiko bencana karhutla di Palangka Raya," pungkasnya. (PATHUR/R)









