SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Keluarga pasien yang dibawa oleh mobil ambulans dan disetop oleh polisi karena rombongan Presiden Jokowi hendak melintas di depan RSUD dr Murjani Sampit, mengaku  sejauh ini belum menerima permintaan maaf dari Istana Kepresidenan.

Rina, anak pasien yang dibawa dalam mobil ambulans pada Rabu, 26 Juni 2024, tersebut mengatakan saat ini pihak Istana maupun dari kepolisian belum melakukan permohonan maaf secara langsung kepada keluarganya.

"Saya baca beritanya bahwa ada permintaan maaf dari Istana. Tapi sampai saat ini tidak ada permintaan maaf itu kepada keluarga kami, baik dari kepolisian juga tidak ada," kata Rina, Kamis, 27 Juni 2024.

"Waktu itu dua kali saya disetop oleh pihak polisi, lalu saya berteriak kalau keadaan ibu saya dalam darurat," sambungnya.

Pasien yang berada di dalam ambulans tersebut bernama Sriati. Ia mengalami sakit tekanan darah tinggi, lambung, serta sasak napas, hingga harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

--page

"Saat disetop oleh oknum polisi itu malah sirine ambulans disuruh matikan. Padahal ibu saya dalam kondisi yang darurat," ucapnya.

Akhirnya, mobil ambulans itu bisa masuk ke dalam rumah sakit setelah mobil rombongan presiden rampung melintas. Dan pasien langsung mendapatkan perawatan dari medis.

"Tadi sudah dibawa pulang, tapi saat ini kondisi ibu saya masih drop dan lemah. Saya berharap mereka dapat meminta maaf secara langsung dengan ibu saya," bebernya.

Sebelumnya, beredar sebuah video yang menunjukkan mobil ambulans yang membawa pasien hendak masuk ke RSUD dr Murjani Sampit. Namun disetop oleh petugas lantaran rombongan Presiden RI Jokowi hendak melintas. (BUDDI RAHMAT H/j)