BORNEONEWS, Puruk Cahu - Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Murung Raya (Mura) kembali tidak menjadwalkan kegiatan safari Ramadan, seperti tahun 2015. Kegiatan yang biasanya berlangsung dalam bulan puasa itu, ditiadakan setelah melalui pertimbangan matang dari beberapa pihak, termasuk tokoh agama.
"Karena pada Bulan Suci Ramadan 2016 bertepatan juga banyak agenda pemerintah daerah dan kalau dipaksakan akan berdampak kurang mengena akan maksud serta tujuan dari safari itu dan juga bila dipaksakan akan mengganggu kegiatan ibadah umat muslim dalam beribadah, baik yang mengungjungi serta yang dikunjungi," ungkap Bupati Mura, Perdie M Yoseph saat menyampaikan sambutan di sebuah kegiatan di Kota Puruk Cahu, beberapa waktu lalu.
Tidak dilaksanakannya Safari Ramadan pihak Pemerintah Daerah akan mengganti kegiatannya pasca Ramadan atau Bulan Syawal nanti yang hal ini sudah dilakukan pada tahun lalu dan dinilai efektif dilakukan.
Tidak hanya itu, Perdie juga mengungkapkan tidak dilaksanakannya kegitan tersebut karena Pemda Mura menyadari warga yang melaksanakan ibadah juga perlu katenangan serta kekhususan dalam melaksanakan ibadah puasanya atau dalam kata lain tidak terganggu dengan agenda yang dilaksanakan seperti safari ini.
Saat kunjungan Syawal nanti kegiatannya tidak jauh dari tujuan Safari Ramadan tersebut, yakni mendekatkan atau menjalin hubungan baik antara Pemerintah Daerah (Pemda) Mura dengan masyarakat, terutama mereka warga yang berada di daerah pedalaman.
"Inti kegiatan pengganti saat bulan Syawal nanti tidak jauh beda maksudnya dari Safari Ramadan, tentunya nanti juga bentuk kegiatannya seperti kunjungan kerja serta Halal Bihalal sebagai menjalin tali silaturahmi," tambah Perdie. (SUPRI ADI/N).








