PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dewan Juri Lomba Menulis Cerita Pendek SMA dalam penyelenggaraan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional atau FLS2N di tingkat Provinsi Kalimantan Tengah telah mengumumkan tiga pemenang pada Kamis, 27 Juni 2024 sore di Hotel Putra Kahayan, Palangka Raya.

Setelah melakukan penjurian sejak pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB terhadap 20 naskah dari 22 peserta yang mendaftar, akhirnya diumumkan 3 nama pemenang juara 1, 2, dan 3 dari tiga kabupaten/kota juga yang ada di Kalteng.

Ketiga nama tersebut ialah Herwina Zefanya Untung Saloh dari SMAS Golden Chrisian School, Palangka Raya sebagai juara pertama dengan rata-rata nilai 937,6 dan membawa cerpen berjudul "Kombak Sanar Dehen".

Sementara juara kedua diraih oleh Rahma Julita dari SMAN 1 Mentaya Hilir Utama, Kabupaten Kotawaringin Timur dengan nilai rata-rata 925,3 dan membawa cerpen berjudul "Penjaga Terakhir".

Lalu juara ketiga diraih oleh Dhafiena Azzahra dari SMAN 1 Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat dengan rata-rata nilai 902,3 dan membawa cerpen berjudul "Idah".

"Karena ketentuan lomba salah satunya adalah jumlah halaman cerpen yakni minimal 5 halaman dan maksimal 8 halaman maka hampir seharian kita melakukan penjurian, karena kan harus dibaca dengan seksama tulisan para peserta ini," tutur dosen di Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Palangka Raya, Syarah Veniaty yang merupakan salah seorang dari tiga juri lomba tersebut kepada Borneonews.

Menurut Syarah, masing-masing dari ketiga juri melakukan penilaian kemudian dijumlahkan dan diambil rata-ratanya sehingga keluarlah nama pemenang.

"Namun ternyata setelah diskusi pun ketiga juri sepakat bahwa ketiga nama inilah yang keluar sebagai pemenang," tuturnya.

Meski demikian, lanjut Syarah, dari ketiga nama yang diumumkan sebagai pemenang ini hanya juara pertama dan kedua lah yang akan mewakili Kalteng dalam FLS2N tingkat nasional.

--page

"Selamat kepada para pemenang, karya sudah sangat bagus. Sementara untuk yang belum menang jangan berkecil hati, bukan berarti cerita yang dibuat tidak bagus atau tidak menarik namun mungkin ada dari sisi penilaian lain yang membuatnya tidak mendapat nilai maksimal. Terus belajar dan berlatih untuk seterusnya," pesan Syarah.

Tidak sendiri, Syarah melakukan penjurian bersama Testi Priscilla yang merupakan Wartawan di Borneo News serta Dapy Fajar Raharjo yang merupakan pegawai di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Kalteng sekaligus Dosen di Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Palangka Raya.(TESTI PRISCILLA/R)