SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Anggota Fraksi Gerindra DPRD Kotim Sutik menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) Kotim tahun anggaran 2023 merupakan hal penting yang bertujuan untuk mengevaluasi dan meningkatkan kinerja pemerintahan periode tahun- tahun selanjutnya.

"Untuk hal tersebut pentingnya penilaian kinerja kepala daerah terkait efisiensi, efektivitas, produktivitas dan akuntablitas penyelenggaraan pemerintahan daerah dalam menjalankan tugasnya selama tahun berjalan dan dapat dikontrol oleh semua pihak,” Kata Sutik, Jumat, 28 Juni 2024.

Ia pun melanjutkan, untuk mewujudkan hal tersebut perlu adanya persepsi serta saling bersinergi antara legislatif, eksekutif serta seluruh lapisan masyarakat sesuai perannya masing masing.

Secara garis besar sebagaimana yang disimpulkan serta disampaikan didalam laporan hasil rapat kerja gabungan tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2023 dengan rincian pendapatan Rp 2.100.930.078.345,27 sebesar 91,44 persen, belanja Rp 2.060.149.352.101,42 sebesar 83,82 persen, penerimaan pembiayaan Rp 207.836.047.664.67sebesar 100 persen, pembiayaan pengeluaran Rp 14.510.000.000.00 sebesar 100 persen, pembiayaan netto Rp 193.326.047.664.67 dan Silpa Rp 234.106.773.908.52.

"Secara umum Fraksi Gerindra, sepakat menerima dan menyetujui Ranperda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2023,untuk ditetapkan sebagai peraturan daerah sesuai mekanisme serta aturan yang berlaku," ucapnya.

--page

Sutik juga menyampaikan, Fraksi Gerindra memberikan catatan untuk dijadikan masukan oleh pemerintah daerah. Pihaknya menyarankan agar pemerintah bisa lebih memfokuskan pembangunan dan prasarana bagi kepentingan masayarakat, sehingga manfaatnya akan terasa langsung bagi masyarakat.

Selain itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat setempat dan pemerintah daerah khususnya untuk instansi terkait agar bisa segera mengantisipasi apabila terjadi suatu bencana yang melanda daerah daerah yang rawan terjadi di Kabupaten Kotim.

"Kita harus tetap mewaspadai potensi segala macam bencana salah satunya yang disebabkan oleh musim hujan. Walaupun berdasarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hampirmemasuki musim kemarau," tutupnya. (Ari)