BORNEONEWS, Tamiang Layang - Sebuah barak atau rumah kontrakan dengan dinding semi permanen di Gang Mamiring RT 15 Kelurahan Tamiang Layang Kabupaten Barito Timur, ludes terbakar saat ditinggal penghuninya, Jumat, 28 Juni 2024.
Komandan Regu I Pos Damkar Tamiang Layang Riwanto mengatakan, pihaknya pertama kali mendapatkan informasi kebakaran pada pukul 11.59 WIB, namun informasi yang masuk orang membakar sampah.
"Saat itu informasi yang kami dapatkan orang membakar sampah, tapi ketika melihat asapnya hitam, kami mencurigai itu sebagai kebakaran rumah sehingga kami langsung meluncurkan satu unit mobil pemadam untuk cek lapangan. Saat kami mendekati TKP (lokasi kebakaran) ternyata warga membenarkan bahwa itu rumah yang terbakar," tuturnya.
Walaupun lokasi kebakaran berada di pusat Kota Tamiang Layang, petugas pemadam sempat mengalami kesulitan karena rumah yang terbakar berada di belakang rumah lain yang aksesnya harus melewati gang sempit.
Api akhirnya dapat dikuasai sepenuhnya pada pukul 12.40 WIB dengan dibantu Relawan Matabu Jaya, Sulung Rescue dan Relawan Mungkur Kandangan, kemudian relawan UPBS Papas, Remba Kala dan Reinkarnasi Fire dari Kabupaten Tabalong, pemadam PT SEM serta anggota TNI-Polri.
--page
Sayangnya rumah beserta isinya ludes terbakar karena saat kejadian seluruh penghuni sedang tidak berada di tempat sehingga tidak ada upaya untuk menyelamatkan barang-barang berharga.
"Saya lagi salat Jumat tadi dan yang lainnya di toko, jadi tidak ada barang yang diselamatkan," ungkap Erkani yang menghuni rumah itu bersama 4 anggota keluarga yang lain.
Dia menjelaskan, barang-barang yang terbakar berupa perabotan rumah tangga, handphone, surat-surat berharga dan uang tunai sekitar Rp4 juta. Meski demikian dia belum bisa menghitung total nilai kerugian yang dialaminya maupun pemilik rumah kontrakan itu.
Diketahui, keluarga Erkani merupakan korban rumah tertimpa pohon tumbang pada 22 Februari 2022, sejak kejadian itu mereka menyewa rumah di sebelahnya untuk ditinggali sementara sambil membangun rumah permanen yang baru.
Saat ini rumah yang dibangun keluarga Erkani persis di samping barak yang terbakar itu sudah berdiri megah, namun belum ditempati karena pembangunan belum selesai sepenuhnya. (BOLE MALO/J)









