PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Para akademisi Universitas Sumatera Utara atau USU kali ini tampaknya telah bersiap menyambut tamu dari kancah internasional. Tidak tanggung-tanggung, para akademisi dari Malaysia, Jepang dan Korea tergabung dalam Pengabdian Kolaborasi Internasional dan Penelitian Kolaborasi Internasional.

Universitas yang tergabung dalam kegiatan Penelitian Kolaborasi Internasional tersebut ialah University Putra Malaysia atau UPM, lalu Universiti Teknologi Mara Malaysia atau UiTM, dan Busan University for Foreign Student Korea.

Sementara yang tergabung dalam Pengabdian Kolaborasi Internasional antara lain Assoc Profesor Takahiro Fujiwara dari Kyushu University Jepang, Prof Mohd Hasmadi Ismail dari University Putra Malaysia, Dr Peter Aning Atedong dari Universiti Malaya, Assoc Profesor Seca Gandaseca dari Universiti Teknologi Mara Malaysia, serta Dr M Fuad bin Abdullah dari Universiti Teknologi Mara Malaysia.

Dengan dua kegiatan yang berbeda dan peserta yang juga berbeda, kedua kegiatan ini terlaksana dalam waktu yang berdekatan sehingga perwakilan USU mesti menyambut keduanya.

Salah satu upaya penyambutan yang dilakukan ialah mengajak para tamu untuk mengunjungi objek-objek wisata yang ada di Sumatera Utara.

--page

"Kami mengajak para profesor dari luar negeri untuk berkunjung sekaligus memperkenalkan objek-objek wisata yang ada di Sumut," kata Ketua Prodi S2 S3 Prodi Pengelolaan SDA dan Lingkungan, Sekolah Pascasarjana atau PSL SPs Universitas Sumatera Utara atau USU, Profesor Rahmawaty kepada Borneonews pada Sabtu, 29 Juni 2024.

Pengabdian Kolaborasi Internasional yang dilaksanakan pada 26 Juni 2024 lalu menurut Prof Rahmawaty memang dilaksanakan di salah satu lokasi wisata sekaligus hutan bambu yang dilindungi.

"Untuk Pengabdian Kolaborasi Internasional kita memang laksanakan di destinasi wisata yakni Jendela Bambu Leuser yang juga memiliki peran penting dalam upaya konservasi lingkungan," jelasnya.

Di lokasi tersebut, katanya, suasana masih asri, sejuk dan jauh dari hiruk pikuk dapat dirasakan di bentang alam pegunungan tersebut.

"Nah sementara yang Penelitian Kolaborasi Internasional ini kita ajak untuk lawatan ke kawasan kajian Agroforestry yang sedang dijalankan oleh salah satu mahasiswa bimbingan kami yaitu Pak Fitra Syawal Harahap," katanya lagi.

Di lokasi Agroforestry ini menurut Prof Rahmawaty pihaknya sempat memetik sendiri dan menikmati strawberry serta raspberry organik dari pohonnya.

"Sekalian juga kita ajak makan tengah hari di restoran sungai yang mengalir jernih," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/Y)