BORNEONEWS, Palangka Raya - Baru-baru ini, telah dilaksanakan pelatihan kelapa sawit di Kabupaten Pulang Pisau dan Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Materi pelatihan ini merupakan implementasi program pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit dari BPDPKS dan Ditjen Perkebunan, Kementerian Pertanian.
"Ada beberapa tujuan dari kegiatan pelatihan petani sawit yang kali ini diikuti peserta dari Kotawaringin Timur dan Pulang Pisau. Materinya telah disesuaikan dengan kebutuhan," kata Wakil Direktur AKPY STIPER, Dr Idum Satia Santi kepada Borneonews pada Jumat, 28 Juni 2024.
Dalam pelaksanan atau implementasi program SDMPKS, kata Idum, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS melibatkan lembaga-lembaga pelatihan, salah satunya AKPY yang telah ditunjuk dan dipercaya sejak beberapa tahun lalu.
"Pelatihan ini dilaksanakan dengan tujuan memberikan pengertian dan pemahaman tentang cara teknis budidaya kelapa sawit yang berkelanjutan kepada para petani atau pekebun kelapa sawit," tutur Idum.
Selain itu juga, lanjutnya, perihal panen dan pascapanen, sarana dan prasarana juga teknis pemetaan lokasi kebun sawit menjadi materi atau modul yang diberikan kepada 165 peserta dari dua kabupaten ini.
--page
"Kita ingin meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kemandirian, manajerial dan kewirausahaan yang berdaya saing perkebunan kelapa sawit berkelanjutan," tuturnya.
Selain mendapatkan materi yang disampaikan para instruktur profesional, lanjut Idum, peserta pelatihan juga mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi salah satu perusahaan perkebunan ternama.
"Tujuannya adalah untuk melihat langsung praktik-praktik pengelolaan kebun yang dilakukan oleh perusahaan. Jadi, para peserta bisa memahami setelah mendapatkan materi saat pelatihan disertai kunjungan lapangan," tambah Idum.
Peserta pelatihan diajak untuk mengunjungi perusahaan perkebunan, PT Bumitama Gunajaya Agro atau BGA untuk melihat langsung praktik-praktik pengelolaan perkebunan sesuai dengan standar yaitu Good Agriculture Practices atau GAP.
"Kegiatan pelatihan ini mengintegrasikan seluruh aspek dalam pengembangan SDM Perkebunan kelapa sawit dalam rangka meningkatkan pengetahuan, keterampilan, profesionalisme, kompetensi, kemandirian dan daya saing pekebun kelapa sawit, keluarga pekebun, pendamping, penyuluh perkebunan kelapa sawit, ASN serta pihak terkait lainnya," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/Y)









