SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) memfasilitasi sunat atau khitan gratis di Puskesmas dan Rumah Sakit Pratama bagi anak yang belum sempat mengikuti sunat massal.

"Kalau ada yang belum sempat di acara saya minta Kepala Dinas Kesehatan untuk memerintahkan Puskesmas atau Rumah Sakit Pratama untuk dikhitan saja anak-anak itu tetap di gratiskan," kata Halikinnor, Minggu, 30 Juni 2024.

Lanjutnya, jika ada tagihan sunat iyu menjadi tanggung jawabnya. Karena mungkin saja ada anak-anak yang sedang keluar daerah saat ada khitan massal. 

Sebelumnya, dirinya menggelar sunat massal untuk anak SD di 17 Kecamatan di daerah ini. Kegiatan tersebut mendapat antusias masyarakat hingga pendaftaran membludak baik secara offline maupun online.

Adapun terakhir ia meninjau sunat massal di 4 Kecamatan yaitu Kecamatan Pulau Hanaut, Mentaya Hilir Selatan, Teluk Sampit, dan Mentaya Hilir Utara pada Sabtu, 29 Juni 2024.

--page

Khitan massal 4 Kecamatan tersebut membludak bahkan di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan yang digabungkan dengan Teluk Sampit membludak dari 87 peserta menjadi 215 peserta. 

Halikinnor bersyukur anak-anak antusias memanfaatkan kesempatan libur panjang untuk khitan massal. Sehingga masa pemulihannya tidak mengganggu waktu sekolah. 

Khitan massal tersebut sengaja ia gelar karena mendengar keluhan masyarakat yang tidak memiliki biaya untuk menyunat anak-anaknya. Karena khitan mandiri memerlukan biaya Rp500 hingga Rp1 juta.

"Sunat itu wajib bagi umat muslim karena kebersihan adalah sebagian dari iman. Sunat juga baik untuk kesehatan sehinggga ada yang Kristen, Katolik, dan Kaharingan ikut kegiatan ini," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/Y)