BORNEONEWS, Palangka Raya - Pembimas Katolik Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah, Sandra Mariyus Adipa mengingatkan Orang Muda Katolik atau OMK untuk menjauhi yang namanya judi online.
Hal ini disampaikan Mariyus dalam kegiatan Palangka Raya Youth Day atau PYD 2024 yang berlangsung 27-30 Juni 2024.
Mariyus menekankan untuk menjauhi judi daring, sebab menurutnya, penting bagi masyarakat agar memiliki kesadaran bahwa dalam permainan judi daring, pemain selalu dirugikan dan bandar selalu diuntungkan.
"Masyarakat harus sadar bahwa para bandar judi daring semakin berupaya memperluas pasarnya dengan memberikan kemudahan-kemudahan bagi masyarakat untuk bermain, salah satunya adalah kemudahan melakukan deposit hanya dengan menggunakan pulsa seluler," jelasnya lagi.
Judi daring ini, lanjutnya, sudah menjerat lintas profesi, usia, dan status sosial, baik itu aparat penegak hukum, aparatur sipil negara, hingga anggota dewan.
"Motifnya jelas bukan lagi ekonomi semata, namun bisa jadi karena kurangnya kesadaran moral dan hukum seseorang atau hanya karena mementingkan kebahagian atau kesenangan pribadinya," katanya.
--page
Perkembangan teknologi informasi saat ini menurutnya menjadi pedang bermata dua karena selain memberikan kontribusi bagi peningkatan kesejahteraan, kemajuan, dan peradaban manusia, sekaligus menjadi sarana efektif perbuatan melawan hukum, salah satunya judi daring," ungkapnya.
Palangkaraya Youth Day 2024 ini diikuti sebnyak 1.231 peserta dengan mengambil tema "Siap, Sedia, Melayani".
Hadir dalam kegiatan tersebut Uskup Keuskupan Palangkaraya Mgr Dr Aloysius M. Sutrisnaatmaka, kemudian ada Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Palangka Raya, Romo Yoseph Gerfinus Apodentus, para Pastor dan suster serta dewan pastoral paroki se-Kalteng.(TESTI PRISCILLA)









