BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala UPTD Puskeswan Kalampangan, Kota Palangka Raya, drh Eko Hari Yuwono mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai gigitan kucing terindikasi rabies.
"Ingatlah bahwa gejala rabies pada kucing meliputi demam, lemas, penurunan nafsu makan, kelemahan atau kelumpuhan pada kaki, kejang, kesulitan bernapas, dan hipersalivasi karena kesulitan menelan," kata drh Eko pada Senin, 1 Juli 2024.
Semua pemilik hewan peliharaan, terutama hewan penular rabies seperti anjing, kucing, kera dan musang menurut Eko harus tetap waspada dan memastikan kesehatan hewan kesayangan mereka.
"Juga, perlu dicatat bahwa kasus gigitan positif rabies di tahun 2023 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, dengan 5 kasus pada anjing dan kucing di Palangka Raya. Tetaplah mengikuti imbauan dari para ahli hewan untuk menjaga kesehatan hewan peliharaan dan mencegah penularan rabies," pintanya.
Seperti diketahui bahwa di tahun 2023 lalu pada tanggal 6 Juni 2023, Kepala UPT Pusat Kesehatan Hewan atau Puskeswan Kota Palangka Raya, drh Eko Hari Yuwono, mengumumkan bahwa telah terjadi kasus positif rabies pada kucing di kota tersebut.
--page
Kronologinya, pemilik kucing awalnya tidak curiga karena gejala awalnya termasuk penolakan makan dan minum serta kesulitan menelan. Namun, setelah kucing tersebut mati, hasil pemeriksaan di laboratorium Veteriner provinsi menunjukkan bahwa kucing tersebut positif mengidap rabies. Korban gigitan langsung disarankan untuk mendapatkan perawatan medis Pasteur terhadap rabies. (TESTI PRISCILLA/j)









