BORNEONEWS, Palangka Raya - Wanita pelaku UMKM dan pemilik Kedai Yumna di Palangka Raya, Diana Simona telah berhasil mempertahankan usahanya di tengah pandemi Covid-19. Berawal dari berdagang di Car Free Day atau CFD setiap hari Minggu, Kedai Yumna menawarkan kuliner dan kue tradisional yang terkenal.
"Saya mulai usaha di tahun 2018 dan hantaman usaha itu begitu terasa saat Covid-19 masuk ke Kalteng di tahun 2020," kata Diana kepada Borneonews pada Minggu, 30 Juni 2024.
Diana yang mengikuti lokakarya kewirausahaan perempuan di bidang teknologi melalui acara SheHacks Innovate 2024 ini menuturkan bahwa usahanya justru berkembang saat lockdown diberlakukan.
"Waktu oranf-orang dilarang untuk keluar rumah dan anak-anak tidak bersekolah, saat itulah kuliner buatan saya malah berkembang. Para ibu memilih untuk memesan daripada membuat sendiri di tengah kondisi rumah yang kurang kondusif mungkin ya kala itu," tuturnya.
Diana mengaku sangat mensyukuri adanya media sosial sehingga dirinya bisa mempromosikan dagangannya melalui berbagai platform media sosial.
--page
Dalam rangka mendukung pengembangan usaha dan meningkatkan omzet, Diana mengikuti lokakarya kewirausahaan perempuan di bidang teknologi yang diselenggarakan sebagai bagian dari SheHacks Innovate 2024. Kegiatan ini merupakan wujud dukungan dari Indosat kepada Pemerintah, terutama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, dalam memanfaatkan Teknologi, Informasi, dan Komunikasi untuk pemberdayaan sumber daya manusia di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia.
"Kami juga memasarkan Kedai Yumna secara online melalui media sosial, meskipun harus diakui bahwa kami masih terbatas dalam ilmu digital marketing. Makanya bersyukur sekali ada pelatihan SheHacks ini sehingga pelaku UMKM seperti saya ini bisa mendapatkan wawasan yang lebih luas untuk memaksimalkan teknologi digital dalam memasarkan usaha kami," tuturnya lagi. (TESTI PRISCILLA)









