BUNTOK –

BORNEONEWS, Buntok - Sebanyak 25 orang mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Barito Selatan.

Asisten III Setda Barito Selatan, Mirwansyah mengatakan, sebanyak 25 mahasiswa ini akan melaksanakan KKN di empat desa di Kecamatan Dusun Selatan.

“Empat desa tersebut yakni Desa Baru, Desa Danau Ganting, Teluk Telaga dan Desa Muara Talang,” kata Mirwansyah, Senin, 1 Juli 2024.

Ia mengatakan, dari jumlah tersebut akan ditempatkan 6 orang pada masing-masing desa dimaksud. Pihaknya pun menyambut antusias KKN ini.

Karena, lanjut dia, dapat membantu meningkatkan pengetahuan dan ikut mencerdaskan serta mensejahterakan masyarakat.

--page

Ia berharap kepada mahasiswa ini dapat berperan membantu pemerintah daerah dan pemerintah desa dalam mengatasi dan mengurangi angka stunting dan kemiskinan ekstrem khususnya yang ada di desa-desa.

“Kepada mahasiswa dapat melakukan identifikasi masalah yang ada di dalam masyarakat dan hal itu dapat dijadikan sebagai bahan masukan bagi kami untuk perbaikan di masa mendatang,” pinta dia.

Selain itu ia juga menyampaikan, tema dari KKN ini yakni pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

Ia berharap, dengan tema tersebut, mahasiswa dapat lebih meningkatkan kepedulian dan empati kepada masyarakat dalam upaya pemulihan perekonomian yang dihadapi saat ini.

Sementara Dosen Pembimbing, DR, rer, nat. dr Bernadette Josephine Istiti Kandarina menyampaikan, untuk kegiatan KKN ini difokuskan sesuai dengan tema tersebut.

--page

Ia menerangkan, sebanyak 25 mahasiswa ini berasal dari berbagai fakultas dan mereka berkarya untuk negeri sesuai kemampuannya dengan saling berkoordinasi antar fakultas dan mahasiswa bersama dengan desa-desa tempat dilaksanakannya kuliah kerja nyata.

“Semoga mereka nantinya bisa membawa hal baru, dan kegiatan yang dilaksanakan ini juga sebagai tempat untuk berlatih bagi mereka untuk memajukan negara,” tambah dosen dari Fakultas Kedokteran UGM tersebut.

Kenapa KKN mahasiswa ini dipilih salah satunya di Barsel, karena UGM Yogyakarta sudah menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Barito Selatan dalam bidang pendidikan dan kerjasama ini akan terus berlanjut.

“Sedangkan KKN ini memang suatu keharusan bagi mahasiswa. Kegiatan ini bukan hanya untuk pengabdian, akan tetapi juga masuk dalam program pendidikan, sebab kegiatan ini  merupakan 10 SKS, sehingga mereka tidak hanya bermain, akan tetapi akan dilihat dari kemampuan mereka,” ucap dia. (URIUTU DJAPER/H)