PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Suyuti Syamsul mengatakan, imunisasi  harus mencapai target kesehatan secara global maupun nasional.

Imunisasi dinilai merupakan salah satu tindakan pencegahan penyebaran penyakit ke wilayah lain yang terbukti sangat cost effective dalam menurunkan angka kesakitan, kecacatan dan kematian.

"Dengan imunisasi, sebagai contoh penyakit cacar tidak mudah ditularkan ke manusia," katanya, Senin, 1 Juli 2024.

Salah satu indikator pencapaian pelaksanaan imunisasi adalah persentase bayi usia 0-11 bulan yang mendapatkan imunisasi dasar lengkap. 

"Serta para medis di daerah agar memperhatikan kemungkinan angka drop out yang terjadi pada setiap pemberian imunisasi, yang dapat mengakibatkan terjadinya daerah kantong-kantong imunisasi yang berpotensi mengakibatkan terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I),” arahnya.

--page

Sebagai informasi, pada tahun 2023 estimasi sasaran 44.376 bayi dengan target capaian 100 persen, sampai pada bulan April 2023 berdasarkan data pelaporan manual Sindrom Prader-Willi (PWS) Kalimantan Tengah (Kalteng).

Keberhasilan pelaksanaan imunisasi menurut dia dapat diukur dengan tinggi dan meratanya pelayanan dalam cakupan imunisasi tanpa mengesampingkan aspek kualitas. Kualitas imunisasi antara lain dapat diukur dengan manajemen pengelolaan vaksin, akurasi data pencatatan dan pelaporan yang baik. (MARINI/j)