BORNEONEWS-Pulang Pisau: Upaya pembenahan PT Menteng Kencana Mas, group Citra Borneo Indah (CBI) dalam upaya melakukan pendekatan dari sisi sosial, budaya dan lingkungan disambut baik oleh Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau.
Melalui Kepala Badan Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) Kabupaten Pulang Pisau Usis I. Sangkai mengatakan bahwa langkah yang dilakukan tersebut merupakan salah satu upaya perkebunan demi berkelanjutan perusahaan perkebunan sawit tersebut. “Dengan memperhatikan konservasi yang ada keterlibatan di masyarakat, dan apa yang dikerjakan dikerjakan bersama berlanjut, tanpa merugikan salah satu pihak,” terang Usis kepada awak media ini usai uji publik nilai konservasi tinggi PT MKM, yang dilaksanakan di aula Setda Pulang Pisau, Kamis (9/6).
Usis mengatakan bahwa peran pemerintah daerah dalam hal ini hanya sebagai fasilitator. “Jika ada suatu permasalahan antara perusahaan dan masyarakat kita mencari jalan terbaik, untuk mencari titik temu antara kedua pihak,” terangnya. Usis mengatakanterkait dengan penilaian konservasi tinggi yang dilakukan oleh PT MKM merupakan upaya yang sangat beik dari korperasi dalam menjaga dan mengelola dengan baik.
Head of Sustainability CBI Group, Irvan Pandjaitan mengatakan kegiatan konservasi tinggi wajib dilaksanakan oleh PT MKM sebagai perusahaan perkebunan sawit. “Ini dilakukan oleh konsultan yang idependent dimana mereka melakukan asesmen mengenai apa yang harus dikelola , apa yang dimonitor dan apa yang harus dijaga,” jelas Irvan. Sebagai perusahaan yang baru diakuisisi kata dia perlu ada penanganan yang tepat yang harus dilakukan oleh PT MKM, diantaranya jangan membuka di lokasi yang mempunyai nilai konservasi tinggi.
General Manager PT MKM Bambang Hermanto mengatakan PT MKM akan banyak melakukan pembenahan. “Kita harus mematuhi apa-apa yang disyaratkan di RSPO (Roundtable on Sustainable Palm
Oil) dengan menentukan area mana yang memiliki nilai konservasi tinggi yang diidentifikasi oleh PT ReMark Asia,” katanya.
Menurutnya Bambang ada kewajiban yang garus dilakukan oleh PT MKM, yakni menjaga kelestarian lingkungan serta membangun hubangan yang harmonis dengan lingkungan sekitar, melalui aspek sosial dan budaya. “Kalau sudah RSPO kita tentu saja harus berwawasan terhadap kelestarian lingkungan, ekologi, geologi, sosial dan budaya, dan ini berjalan seterusnya,” terangnya. Saat ini kata dia, PT MKM memiliki izin lahan seluas 20 ribu hektare dan lahan yang tertanam 7.250 hektare. (DY/*)








