PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Kondisi jalan di daerah Katingan Hulu menuju Tumbang Sanamang, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, memprihatinkan. Jalan tersebut rusak parah. Tanah liat kini nampak berlumpur hingga susah dilewati. Bahkan, hanya bisa dilalui dengan kendaraan tertentu saja.    

Kondisi jalan tanpa adanya sentuhan aspal selama bertahun-tahun itu menjadi pilu bagi masyarakat, terlebih yang melewati akses tersebut. Masyarakat mengharapkan, jalan ini bisa diperbaiki, mudah untuk dilintasi.  

Oleh sebab itu, calon kepala daerah di Pilkada Kalteng 2024 ini, ditantang untuk memberikan bukti nyata kepada masyarakat.

Pasalnya, tidak sedikit sudah kendaraan yang melintasi jalan itu terjebak di tanah liat yang tebal. Mereka lantas bahu-membahu, menarik kendaraan supaya bisa kembali berjalan.

Contohnya, kendaraan Hilux membantu kendaraan roda empat lainnya seperti Strada dan jenis lain. Kondisi seperti ini setiap hari terjadi, terlebih lagi saat cuaca diselimuti hujan.

--page

Seorang warga, sekaligus driver Tumbang Sanamang - Palangka Raya, Iyong mengakui hal tersebut. Jika ada kendaraan tersangkut tanah liat yang tebal, harus mendapatkan bantuan tarikan dari kendaraan roda empat lainnya.

"Ini jalan nggak pernah diperbaiki dan diaspal. Jika mau dipilih masyarakat, maka calon kepala daerah harus bisa memperbaiki akses jalan menuju Tumbang Sanamang," tegasnya, Selasa, 2 Juli 2024.

Dia melanjutkan, tantanganya ini harus ditegaskan. Sebab, menurut dia, pemerintah berganti periode tidak pernah memperhatikan kondisi jalan tersebut. Di sisi lain, dengan kondisi itu, pengendara harus memiliki konsentrasi tinggi agar tidak terperosok maupun terjatuh saat menanjak ke jalan perbukitan.

Sementara itu, warga lainnya, Bayu menyampaikan, saat berada di Desa Tumbang Bemban menuju Tumbang Sanamang, dirinya membantu menarik kendaraan lain yang terperosok di dalam tanah liat. 

Hal seperti ini terpaksa dirasakan. Ia menilai, perhatian pemerintah terhadap akses jalan menuju Katingan Hulu (Tumbang Sanamang), masih minim.

"Waduh, jalannya rusak parah bahkan kendaraan motor atau mobil yang tidak memiliki daouble gardan tidak bisa lewat sini. Harus ditarik pakai kendaraan strada atau hilux. Kalau pakai Fortuner masih aman lah melewatinya. Tapi itu pun kalau terperosok ke dalam tanah liat, kami bantu narik," jelasnya.

Dia berharap, para calon kepala daerah jangan hanya menyampaikan janji politik ingin memperbaiki. Janji harus ada bukti nyata dan dampak positif bagi masyarakat.

Sebab, tambah dia, akses jalan yang beraspal mempermudah transportasi, perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Calon kepala daerah yang berkontestasi pada Pilkada Kalteng 2024 ini, sambung dia, harus benar-benar memperhatikan kondisi jalan. Tidak hanya janji politik, wacana, tapi harus terencana dan terlaksana. (MARINI/Y)