BORNEONEWS, Tamiang Layang - Badan jalan pada salah satu ujung jembatan di RT 04 Desa Turan Amis Kabupaten Barito Timur, longsor dan membentuk lubang dengan diameter sekitar setengah meter. Kondisi ini membahayakan warga yang melintas terutama saat malam hari.
Kepala Desa Turan Amis Leonardus mengatakan, jalan itu merupakan penghubung antar-RT di desa yang dipimpinnya.
"Kalau jembatannya sendiri dibangun sekitar tahun 1985 saat program transformasi di sini, jadi sudah cukup tua," ujarnya.
Selain jembatan itu, lanjut Leonardus, terdapat jalan kabupaten di RT 02 yang juga longsor pada salah satu sisi badan jalan. Karena itu dia berharap pemerintah daerah dapat segera melakukan perbaikan sebelum menimbulkan korban.
Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Ariantho S Muler mengatakan, dirinya juga menerima keluhan masyarakat terkait kerusakan infrastruktur di Desa Turan Amis tersebut.
--page
"Karena ini adalah jalan desa menghubungkan pemukiman di sana, sehingga kami dewan memohon kepada Dinas PUPR Perkim bisa menangani secara cepat," katanya menanggapi keluhan masyarakat.
Ariantho menyarankan penanganan jalan tersebut dilakukan dengan dana pemeliharaan. Apabila diperlukan juga bisa diusulkan dalam pembahasan APBD perubahan tahun 2024.
"Sifatnya sangat vital dan emergency, sehingga untuk menghindari akses masyarakat terputus dan hal lain yang tidak diinginkan terjadi bisa segera ditangani," tandasnya. (BOLE MALO/H)









