BORNEONEWS, Pulang Pisau - Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau karena dinilai berhasil mengatasi kemiskinan ekstrem di wilayah tersebut.
Penghargaan tersebut diserahkan pada saat Upacara Hari Uang Tahun (HUT) Kabupaten Pulang Pisau yang ke 22, Selasa, 2 Juli 2024, di halaman kantor Pemerintah Daerah.
Camat Kahayan Tengah, Siswo ditemui usai menerima penghargaan menyampaikan, penghargaan tersebut diberikan karena dinilai berhasil mengentaskan kemiskinan ekstrem di wilayah yang dia pimpin tersebut.
"Kemiskinan ekstrim itu, yang dilihat yakni penghasilan yang dibawah 10 ribu per hari atau masuk Desil 1. Misalnya dalam keluarga ada 4 orang terdiri dari kepala keluarga, istri dan 2 orang anak, pendapatannya kurang dari 10 ribu rupiah per hari," kata Siswo.
Desil merupakan istilah yang digunakan untuk mengelompokkan penduduk berdasarkan tingkat kesejahteraan rumah tangga. Menurut Siswo, masyarakat di Kecamatan Kahayan Tengah, sebenarnya tidak ada yang memiliki pendapatan kurang dari Rp10 ribu per hari.
--page
Oleh sebab itu, di Kecamatan Kahayan Tengah hampir 100 persen masyarkat yang masuk dalam Desil 2 sampai Desil 4. Di Kecamatan Kahayan Tengah, lanjut Siswo ada desa Balukun, desa Prangan dan desa Sigi. Itupun hanya 1 orang. Sehingga desa-desa itu tidak ada lagi yang fakir miskin ekstrim.
"Selain penghasilan dibawah 10 ribu rupiah, yang tergolong Desil 1 itu, rumahnya masih lantai tanah, kemudian dinding bambu, atapnya Rumbia, itukan tidak ada lagi sekarang. Harapan saya di HUT Pulang Pisau ke 22 ini kita lebih baik dan lebih maju lagi," ujar Siswo.
Desil 1 adalah rumah tangga yang masuk dalam kelompok 1- 10% dan merupakan kelompok yang terendah tingkat kesejahteraannya dihitung secara nasional (miskin)
Siswo menjelaskan, Desil 2 adalah rumah tangga yang masuk dalam kelompok hampir miskin. Desil 3 rumah tangga yang masuk dalam kelompok rentan miskin. Desil 4 rumah tangga yang masuk dalam kelompok mampu.(RETHA/j)









