BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepada Bidang Perbenihan dan Budidaya, Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah, Jayan Wahyudi mengutarakan apresiasianya pada kegiatan pelatihan petani sawit yang diselenggarakan AKPY dengan dukungan BPDPKS dan Ditjenbun.
Kegiatan pelatihan ini diikuti peserta sebanyak 122 orang, yang diadakan dari 27 Juni hingga 6 Juli 2024, di salah satu hotel di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.
"Pelatihan ini dapat meningkatkan kualitas SDM petani sawit yang ada di Kalimantan Tengah, terutama petani sawit yang saat ini mengikuti pelatihan dari Kabupaten Lamandau dan Sukamara," kata Jayan dalam rilisnya kepada Borneonews pada Rabu, 3 Juli 2024.
Jayan menuturkan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga berharap agar kegiatan pelatihan SDM petani sawit dapat rutin dilakukan setiap tahunnya untuk meningkatkan kualitas SDM petani sawit di Kalimantan Tengah.
"Sehingga para petani sawit betul-betul memahami budidaya tanaman kelapa sawit sesuai standar Good Agricultural Practices atau GAP untuk meningkatkan kualitas produksinya. Dan, kami menginginkan adanya tambahan kuota peserta pelatihan untuk Provinsi Kalimantan Tengah," imbuh Jayan.
--page
Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Lamandau, Triyon Kuderon. Kegiatan ini sangat penting dalam meningkatkan daya saing para pekebun sawit dalam mengelola perkebunan kelapa sawit.
"Terutama dalam hal peningkatan SDM pekebun dari sisi pengetahuan dan keahlian dalam teknis budidaya tanaman kelapa sawit, penanganan dan pengelolaan panen & pascapanen. Serta yan tidak kalah penting dalam hal penguatan kelembagaan pekebun sawit. Sebab, daya saing para pekebun sawit masih sangat lemah dalam hal koordinasi dan kerjasama untuk membangun dan mengelola kebun yang lebih baik," katanya.
Wakil Direktur AKPY STIPER, Dr Idum Satia Santi mengatakan ada beberapa tujuan yang ingin dicapai melalui kegiatan pelatihan petani sawit.
"Di antaranya memberikan pengertian dan pemahaman tentang cara budidaya kelapa sawit yang berkelanjutan atau Good Management Practices, lalu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kemandirian, manajerial dan kewirausahaan yang berdaya saing perkebunan kelapa sawit berkelanjutan," kata Idum. (TESTI PRISCILLA/j)









