BORNEONEWS, Sampit - Data nyata pengukuran balita di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berhasil bantah tingginya angka stunting di daerah tersebut.
"Setelah divalidasi dengan sweeping pengukuran balita serentak, bahwa data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) terkait stunting di Kotim sebesar 35,5 persen turun menjadi 19,14 persen," kata Bupati Kotim Halikinnor, Kamis, 4 Juli 2024.
Sebelumnya, ia terkejut menerima laporan Kepala Dinas Kesehatan Kotim Umar Kaderi bahwa wilayah yang ia pimpin tersebut menduduki posisi terendah penimbangan balita di Kalimantan Tengah, yaitu 28,64 persen.
Sehingga dirinya menginstruksikan semua Camat, kepala desa dan perangkat daerah bersama-sama melakukan sweeping pengukuran balita serentak di 17 kecamatan.
"Ternyata setelah kita sweeping beberapa hari itu kita sampai tadi malam laporannya masuk 99,1 persen hampir 100 persen dan ternyata stunting kita yang dinyatakan 35,5 persen ternyata hanya 19,14 persen berdasarkan data real," ujarnya.
--page
Kesenjangan data tersebut akibat double penginputan data ke aplikasi e-PPGBM, bahwa 1 balita bisa memiliki 4 data. Hal tersebut diduga akibat belum meratanya internet yang lancar di Kotim.
"kadang-kadang kita maklum sinyal tempat kita harusnya masuk tidak masuk, sehingga seolah-olah satu anak jadi 4 padahal satu sakitnya tapi datanya bisa jadi 4," katanya. (DEWI PATMALASARI/Y)









