BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Hj Maryani Sabran mengharapkan, kesehatan ibu dan anak (KIA) yang mengatur fase seribu hari pertama kehidupan, harus diperhatikan demi menjaga tumbuh kembang anak.
"Kesejahteraan ibu dan anak pada fase seribu hari pertama kehidupan ini dirancang untuk memfasilitasi hak ibu pascamelahirkan, hak untuk memperoleh pendampingan suami, serta hak tumbuh kembang anak," katanya, Kamis, 4 Juni 2024.
Dia menuturkan, kesejahteraan ibu dan anak adalah aspek penting dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Hal ini mencakup berbagai faktor yang berkontribusi pada kesehatan, kesejahteraan emosional dan keselamatan ibu serta anak. Berikut ini beberapa aspek penting:
Aspek Kesejahteraan Ibu:
1. Kesehatan Pranatal
Pemeriksaan rutin selama kehamilan untuk memantau kesehatan ibu dan janin.
2. Kesehatan Mental
Dukungan untuk mengatasi stres, depresi, dan kecemasan selama dan setelah kehamilan.
3. Nutrisi
--page
Asupan gizi yang cukup dan seimbang untuk mendukung kesehatan ibu dan perkembangan janin.
4. Akses ke Pelayanan Kesehatan
Kemudahan akses ke fasilitas kesehatan, termasuk rumah sakit dan klinik, untuk perawatan dan persalinan yang aman.
Aspek Kesejahteraan Anak:
1. Kesehatan Bayi dan Anak
Imunisasi, pemeriksaan rutin, dan pengobatan untuk mencegah dan mengatasi penyakit.
2. Gizi yang Baik
Nutrisi yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan optimal, termasuk ASI eksklusif selama enam bulan pertama.
3. Pendidikan dan Stimulasi Dini
Akses ke pendidikan anak usia dini dan stimulasi yang mendukung perkembangan kognitif dan sosial.
4. Lingkungan yang Aman
Lingkungan yang bebas dari kekerasan, polusi, dan risiko lainnya yang dapat membahayakan kesehatan anak.
"Harus ada pendekatan untuk meningkatkan kesejahteraan, seperti program kesehatan masyarakat kampanye imunisasi, program gizi, dan layanan kesehatan ibu dan anak. Edukasi dan penyuluhan peningkatan kesadaran tentang pentingnya kesehatan ibu dan anak," jelasnya.
Untuk mewujudkan itu, katanya, perlu dukungan sosial dari keluarga, komunitas, dan pemerintah untuk memastikan ibu dan anak mendapatkan kebutuhan dasar dan perawatan yang memadai.
"Serta adanya kebijakan pemerintah, yang mendukung kesehatan ibu dan anak, seperti cuti melahirkan, akses ke layanan kesehatan, dan program kesejahteraan sosial," imbuhnya.
Dia menambahkan, kesejahteraan ibu dan anak adalah kunci untuk menciptakan generasi yang sehat dan produktif di masa depan. Oleh karena itu, investasi dalam layanan kesehatan dan dukungan sosial untuk ibu dan anak sangat penting. (MARINI/Y)









