PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah (Kalteng) Siti Nafsiah mengatakan, penggunaan gadget oleh anak usia dini dapat memberikan dampak positif dan negatif yang signifikan. 

"Penting bagi orang tua dan pengasuh untuk memahami kedua aspek ini dan mengelola penggunaan gadget secara bijak," katanya, Kamis, 4 Juni 2024.

Katanya ada beberapa dampak gadget bagi anak usia dini mulai dari Dampak Positif, yakni : 

1. Pengembangan Keterampilan Digital:

   - Anak-anak yang terbiasa menggunakan gadget dapat mengembangkan keterampilan         teknologi yang penting di era digital.

2. Akses ke Informasi dan Pendidikan: 

  - Gadget dapat menyediakan akses ke aplikasi dan konten edukatif yang mendukung pembelajaran dan pengembangan kognitif.

3. Stimulus Kreativitas:

   - Beberapa aplikasi dan permainan dapat merangsang kreativitas dan imajinasi anak, seperti aplikasi menggambar, musik, dan cerita interaktif.

4. Keterampilan Motorik:

   - Penggunaan gadget dapat membantu mengembangkan keterampilan motorik halus melalui aktivitas seperti mengetuk layar atau menggunakan aplikasi menggambar.

--page

 Dampak Negatif:

1. Gangguan pada Perkembangan Sosial dan Emosional:

   - Penggunaan gadget yang berlebihan dapat mengurangi interaksi sosial dengan teman sebaya dan keluarga, yang penting untuk perkembangan sosial dan emosional anak.

2. Risiko Kesehatan:

   - Penggunaan gadget yang berlebihan dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti gangguan tidur, obesitas, dan masalah mata (misalnya, mata kering atau ketegangan mata).

3. Penurunan Aktivitas Fisik:

   - Waktu yang dihabiskan di depan layar dapat mengurangi waktu bermain di luar dan aktivitas fisik, yang penting untuk kesehatan fisik anak.

4. Pengaruh pada Perilaku:

   - Konten yang tidak sesuai usia atau terlalu banyak paparan gadget dapat mempengaruhi perilaku anak, seperti agresivitas atau kurangnya kemampuan untuk fokus.

5. Gangguan pada Perkembangan Bahasa:

   - Terlalu banyak waktu di depan layar tanpa interaksi langsung dengan orang lain dapat menghambat perkembangan bahasa dan komunikasi anak.

--page

"Langkah untuk mengelola penggunaan gadget melalui batasan waktu layar, tetapkan batasan waktu penggunaan gadget sesuai dengan rekomendasi kesehatan, misalnya tidak lebih dari satu jam per hari untuk anak usia 2-5 tahun. Pilih konten yang sesuai edukatif dan sesuai dengan usia anak. Hindari konten yang mengandung kekerasan atau tidak pantas," arahannya.

Tambahnya, lalukan interaksi dan pengawasan dengan cara dampingi anak saat menggunakan gadget dan gunakan waktu tersebut sebagai kesempatan untuk berinteraksi dan belajar bersama.

"Lakukan aktivitas alternatif untuk terlibat dalam berbagai aktivitas off-screen, seperti bermain di luar, membaca buku, atau bermain dengan mainan fisik. Gunakan fitur kontrol orang tua pada gadget untuk membatasi akses anak ke konten tertentu dan memonitor penggunaan," terangnya. 

Dengan pendekatan yang tepat, katanya gadget dapat menjadi alat yang bermanfaat bagi perkembangan anak usia dini tanpa mengorbankan aspek penting dari kesehatan dan perkembangan sosial mereka. (MARINI/H)