PALANNGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Siswandi mengatakan, tindak pidana pencurian di sekolah adalah masalah serius yang memerlukan pendekatan terpadu untuk pencegahan dan penanganan. 

Sehingga ada hal yang harus dilakukan, yakni meningkatkan keamanan, mengedukasi siswa dan staf, serta bekerja sama dengan orang tua dan pihak berwenang, agar dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kondusif untuk belajar.

"Tindak pidana pencurian di sekolah merupakan masalah serius yang dapat mengganggu proses pendidikan dan menciptakan rasa tidak aman di lingkungan sekolah. Pencurian dapat melibatkan barang-barang milik pribadi siswa, guru, atau fasilitas sekolah seperti komputer, alat-alat belajar, dan perangkat teknologi," katanya, Kamis, 4 Juli 2024.

Jelasnya, penyebab dan Faktor Pemicu Pencurian di Sekolah, yakni : 

1. Kebutuhan Ekonomi:

   - Pelaku pencurian, baik siswa maupun orang luar, mungkin terdorong oleh kebutuhan ekonomi.

2. Kurangnya Pengawasan:

   - Kurangnya pengawasan dari pihak sekolah dapat memberikan kesempatan bagi pelaku untuk melakukan pencurian.

3. Lingkungan yang Tidak Aman:

   - Sekolah yang tidak memiliki sistem keamanan yang memadai lebih rentan terhadap tindak pencurian.

4. Pergaulan Negatif:

--page

   - Pengaruh teman sebaya atau lingkungan yang negatif dapat mendorong siswa untuk melakukan pencurian.

5. Kurangnya Pendidikan Moral:

   - Pendidikan moral dan etika yang kurang dapat membuat siswa tidak memahami dampak negatif dari tindak pencurian.

"Dampak pencurian di sekolah mengakibatkan kerugian materi, kehilangan barang berharga milik siswa, guru, atau sekolah dapat menyebabkan kerugian finansial. Rasa tidak aman di lingkungan sekolah. Gangguan proses belajar, akibat kehilangan alat-alat belajar atau perangkat teknologi dapat mengganggu proses pendidikan. Dan dampak Psikologis korban pencurian mungkin mengalami stres, kecemasan, atau rasa trauma," jelasnya.

Tambahnya, langkah-langkah pencegahan dan penangananya dengan cara  peningkatan keamanan pemasangan CCTV atau kamera pengawas di area strategis untuk memantau aktivitas di sekolah. Dan menambah petugas keamanan atau penjaga sekolah yang berpatroli secara rutin. (MARINI/H)