BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Guna mengetahui sudah sejauh mana program hilirisasi pemerintah RI berjalan diberbagai daerah, anggota DPR RI Komisi VII lakukan kunjungan kerja spesifik bersama Direktur Jenderal Industri Agro dan Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian RI dalam rangka peninjauan kawasan industri PT Citra Borneo Utama (CBUT), Tbk - Citra Borneo Indah (CBI) Group, di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kamis, 4 Juli 2024.
Dalam pertemuan yang digelar di Hotel Mercure Pangkalan Bun ini dihadiri oleh para pimpinan perusahaan milik H. Abdul Rasyid AS, di antaranya Direktur PT. CBUT, Tbk Ronny Hertanto Raharjo dan jajaran pimpinan CBI Group, kedua belah pihak saling berdiskusi terkait pengembangan pembangunan ekonomi nasional.
Mewakili CEO CBI Group, Chief Operating Officer (COO) Akhmad Faizal mengatakan atas nama owner CBI Group H. Abdul Rasyid AS dan jajaran management, pihaknya merasa senang atas kunjungan anggota Komisi VII DPR RI saat itu.
"Karena keberadaan perusahaan kami di Provinsi Kalteng ini merupakan salah satu pilar penting pembangunan ekonomi, bukan hanya di tingkat lokal, namun juga nasional. Terlebih saat ini luasan perkebunan yang kami kelola sudah mencapai 115.000 hektar yang berada di beberapa Kabupaten yaitu Kobar, Lamandau, Pulang Pisau, Kuala Kapuas dan rencananya juga bakal melakukan ekspansi di Barito Utara serta Seruyan," jelas Akhmad Faizal.
Akhmad Faizal mengatakan pengembangan usaha perkebunan sawit dan produk turunannya merupakan komitmen pihaknya untuk meningkatkan nilai tambah pada usaha perkebunan.
--page
"Karena itulah dukungan dari pemerintah ini bisa dianggap sinergitas antara pemerintah dan sektor swasta dalam rangka pembangunan nasional. Harapannya dengan adanya kegiatan kunjungan ini, kita bisa berbagi gagasan demi menembangkan sektor industri nasional," jelas Akhmad Faizal.
Anggota Komisi VII DPR RI Mukhtaruddin mengatakan pihaknya mengapresiasi keberadaan PT. CBUT, Tbk dan PT. SSMS, Tbk - CBI Group di Kabupaten Kobar ini.
"Karena diakui, Kantor pusat CBI Group berada di daerah yang menjadi wilayah usahanya. Bukan seperti berbagai perusahaan lain yang usahanya di daerah, namun kantor pusatnya di Jakarta," jelas Mukhtaruddin.
Apresiasi tersebut menurut Mukhtaruddin, dianggap wajar karena kontribusi CBI Group pada pembangunan negara, bukan hanya di tingkat lokal, namun juga secara nasional.
"Karena salah satu konsern kami adalah peningkatan upaya hilirisasi berbagai industri strategis termasuk juga dalam hal ini adalah sawit, untuk itulah dalam kunjungan ini kami mengajak Kementerian Perindustrian RI. Salah satu tujuan kami adalah untuk mengetahui sejauh mana program hilirisasi berjalan dan apa saja kendalanya," jelas Mukhtaruddin. (WAHYU KRIDA/j)









