BORNEONEWS, Palangka Raya - Sebanyak 170 relawan yang tergabung dalam berbagai organisasi seperti Barisan Pemadam Kebakaran Swakarsa (BPKS), Masyarakat Peduli Api (MPA), Tim Serbu Api Kelurahan (TSAK), Kelurahan Tangguh Bencana (KALTANA), dan komunitas peduli kebencanaan lainnya turut serta dalam Jambore Relawan Penanggulangan Bencana dan Apel Siaga Kebakaran Hutan Lahan di Kota Palangka Raya.
Acara ini berlangsung dari tanggal 5 hingga 7 Juli 2024 di Halaman Kantor BPBD Kota Palangka Raya.
Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan Jambore Heri Pauzi menyatakan, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mempererat hubungan, meningkatkan kekompakan, serta meningkatkan keterampilan dan skill relawan.
Menurutnya, penanganan bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, kerja sama dan kekompakan antara tim relawan sangat penting untuk mempermudah koordinasi saat menangani kejadian bencana.
"Dalam Jambore ini, Heri akan ada perlombaan ketangkasan dan kekompakan tim dalam menghadapi situasi di lapangan," katanya, Kamis 4 Juli 2024.
--page
Kegiatan ini akan difokuskan pada pembentukan kebersamaan dan kekompakan tim, karena kondisi di lapangan sangat berbeda dengan kondisi normal. Kesabaran dan kecermatan sangat diperlukan saat menangani kejadian di lapangan.
Di tempat yang sama Plt. Kepala BPBD Kota Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi, mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersinergi dalam upaya penanganan bencana dan pengurangan risiko.
"Dengan tema Bersama Kita Tangguh, saya menekankan pentingnya kerjasama dan kolaborasi dalam penanganan bencana. Sinergi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat merupakan kunci dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bencana," pungkasnya. (PATHUR/j)









