PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah pada Triwulan 4 Tahun 2023 sebesar 6,40 persen atau lebih tinggi dibandingkan nasional sebesar 5,04 persen.

Hal ini disampaikan Danu dalam laporannya yang dituturkan pada Rapat Koordinasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah atau TPAKD Wilayah Barat yang mencakup Kabupaten Kotawaringin Barat, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Seruyan, Kabupaten Lamandau dan Kabupaten Sukamara.

"TPAKD yang merupakan forum koordinasi yang bertujuan untuk pemerataan akses keuangan di Daerah juga diharapkan dapat lebih mendukung pertumbuhan ekonomi secara regional," kata Danu dalam keterangan resminya pada Jumat, 5 Juli 2024.

Saat ini, katanya, TPAKD di Provinsi Kalimantan Tengah telah terbentuk seluruhnya, yaitu sebanyak 15 TPAKD yang terdiri dari 1 TPAKD Provinsi dan 14 TPAKD tingkat Kabupaten/Kota.

Danu menjelaskan, TPAKD di Wilayah Barat memiliki beberapa program kerja diantaranya 3 program Simpanan Pelajar, 2 Program Kredit Pembiayaan Melawan Rentenir atau KPMR, 1 Desa EKI di Desa Lalang, dan 1 kredit sektor prioritas perikanan Budidaya Udang Vaname di Kabupaten Sukamara.

--page

"Untuk mendorong berjalannya program-program tersebut maka dibutuhkan komitmen yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan," tuturnya lagi.

Selain itu, lanjutnya, infrastruktur yang memadai seperti ketersediaan jaringan komunikasi dan akses lembaga jasa keuangan menjadi hal yang penting juga untuk menjaga keberlangsungan jalannya program TPAKD.

"Penetapan kebijakan dalam rangka mendorong percepatan akses keuangan daerah, serta monitoring dan evaluasi juga perlu dilakukan secara berkala agar program yang telah ditetapkan dapat berjalan dengan baik sesuai dengan yang telah direncanakan," terang Primandanu. (TESTI PRISCILLA/j)