KASONGAN –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Jalan rusak parah yang terjadi di Katingan Hulu Kabupaten Katingan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) selain sangat mengganggu kelancaran dalam transportasi darat, juga memiliki berbagai dampak negatif terhadap lingkungan.

Kepala Desa Sei Nanjan Kecamatan Katingan Hulu Julkurnain mengatakan, dampak negatif akibat jalan rusak itu di antaranya erosi tanah. Karena akibat jalan yang rusak sering kali memiliki lubang dan retakan yang dapat mengakibatkan erosi tanah, terutama saat hujan. 

"Air hujan akan mengalir melalui celah-celah tersebut dan membawa serta tanah, yang kemudian menyebabkan erosi di sekitar jalan," katanya, Sabtu, 5 Juli 2024.

Tidak hanya itu, ada sedimentasi akibat erosi tanah dari jalan yang rusak dapat menyebabkan sedimentasi di badan air terdekat seperti sungai dan danau. 

"Sedimentasi ini dapat mengurangi kualitas air dan mengganggu habitat akuatik. Serta ada polusi air, akibat bahan kimia seperti minyak, bensin, dan cairan lainnya dari kendaraan yang melewati jalan rusak dapat mencemari air tanah dan permukaan. Ketika hujan turun, bahan kimia ini dapat terbawa air hujan ke sungai dan danau," jelasnya.

--page

Selain itu, imbuh dia, dari laporan masyarakat ada gangguan ekosistem dari jalan yang rusak dapat mengganggu ekosistem di sekitarnya. Misalnya, perubahan aliran air akibat erosi dapat mengganggu habitat hewan dan tumbuhan.

"Kendaraan yang melewati jalan rusak sering kali harus menggunakan lebih banyak bahan bakar karena harus mengerem dan berakselerasi lebih sering. Hal ini dapat meningkatkan emisi gas rumah kaca dan polutan lainnya ke atmosfer," terangnya.

Untuk itu, katanya, perbaikan jalan yang berkelanjutan dan pemeliharaan rutin sangat penting untuk mengurangi dampak lingkungan ini.

"Selama bertahun-tahun jalur Kecamatan Katingan Hulu ini tidak pernah diaspal, dan perlu diketahui kalau ada perusahaan itu ada di jalur Kecamatan Marikit. Jalan ini rusak murni tidak ada pembangunan jalan beraspal," tutupnya. (MARINI/j)