KASONGAN –

BORNEONEWS, Katingan - Ritual tampung tawar adalah salah satu tradisi budaya yang penting bagi masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah (Kalteng).

Upacara ini merupakan bentuk syukur, perlindungan, dan penolak bala (mengusir energi negatif) bagi individu atau kelompok yang melaksanakan. 

Ritual ini sering dilakukan dalam berbagai kesempatan, seperti saat memulai suatu proyek besar, pindah rumah, kedatangan tamu atau bahkan keperluan lainnya meminta berkat dan rahmat sang pencipta.

Dalam ritual tampung tawar, perlengkapan ritual biasanya melibatkan berbagai perlengkapan seperti daun pandan atau daun kelapa, beras, telur, dan air suci.

"Ritual dipimpin seorang tetua adat atau orang tua yang memiliki pengetahuan dan keahlian dalam melaksanakan ritual. Terdapat doa dan mantra dilantunkan untuk memohon berkah dan perlindungan dari roh-roh leluhur dan Tuhan Yang Maha Esa," kata seorang warga dari Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan, Heli, Minggu, 7 Juli 2024.

--page

Proses penyucian atau di Tampung Tawar biasanya termasuk percikan air suci atau  untuk membersihkan dan melindungi diri seseorang. Makna simbolis setiap elemen dalam ritual ini memiliki makna  yang mendalam dan dipercaya membawa kebaikan serta mengusir energi negatif.

"Ritual tampung tawar mencerminkan hubungan erat masyarakat Dayak dengan alam dan kepercayaan spiritual, serta pentingnya menjaga tradisi leluhur dalam kehidupan modern," tutupnya. (MARINI/j)