BORNEONEWS, Kotim - Para pedagang dan pengusaha kuliner mengapresiasi rencana Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim), yang hendak mengembangkan wisata kuliner untuk meningkatkan sektor kepariwisataan. Bupati Kotim, Supian Hadi berjanji menjadikan Pasar Ramadan 2016, di pasar eks Bioskop Mentaya Sampit sebagai pasar kuliner permanen.
“Kami sangat bersyukur kalau ini dilakukan. Artinya, ini akan membuka peluang usaha bagi masyarakat, baik yang ingin berjualan kue maupun masakan khas daerah,” kata Miftah, seorang penjual kue di pasar Ramadan Sampit, Jumat (10/6/2016).
Seperti daerah lain di Indonesia, Kotim juga kaya dengan kuliner daerah. Berbagai jenis masakan dan kue tradisional menggugah selera, sangat diminati masyarakat lokal dan wisatawan.
Apalagi setelah pemerintah kembali mempopulerkan ikan jelawat sebagai ikon daerah ini. Berbagai varian jenis masakan dengan bahan dasar ikan jelawat menjadi menu andalan, seperti jelawat goreng, jelawat masak asam hingga bakso jelawat.
Ragam kue tradisional juga cukup banyak. Saat Ramadan 1437 Hijriyah sekarang ini, hampir semua jenis kue tradisional dengan mudah didapatkan di pasar tahunan Pusat Kuliner Ramadhan dengan harga terjangkau.
“Kami berharap penjualan masakan dan kue tradisional tidak hanya ramai saat Ramadhan, tetapi berkelanjutan sehingga bisa digeluti sebagai usaha tetap. Makanya saya sangat mendukung kalau pemerintah memang ingin memfasilitasi pusat kuliner agar ada tempat khusus sehingga pembeli juga tau,” harap Miftah.
Sementara itu, Bupati Kotim, Supian Hadi mengatakan, bangunan pertokoan yang dibangun di eks lokasi Bioskop Mentaya, kawasan Taman Kota, akan dijadikan tempat wisata kuliner dengan nama Pusat Kuliner Mentaya. Saat ini lokasi tersebut digunakan untuk Pusat Kuliner Ramadan.
“Ini nanti kita jadikan pusat kuliner untuk mendukung program menjadikan Sampit sebagai kota tujuan wisata di Kalimantan Tengah. Nanti pedagang kaki lima di Taman Kota juga akan kita tampung di sini. Jadi nanti di Taman Kota tidak boleh lagi ada yang berjualan di kawasan Taman Kota,” kata Supian.
Pusat Kuliner Mentaya sudah dapat digunakan sejak tahun lalu namun belum difungsikan secara resmi. Supian beralasan tempat itu masih harus dilengkapi sarana lainnya seperti pagar, taman dan kelengkapan lainnya. (RAFIUDIN/N).








