PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Meski proses pencocokan dan penelitian (coklit) oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) masih berjalan hingga 25 Juli 2024, pencapaian yang telah diraih sudah menunjukkan kemajuan signifikan. Hasil coklit itu nantinya digunakan dalam pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng serta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati  Kobar 2024.

Berdasarkan informasi sementara, hingga saat ini, proses pencoklitan sudah 70% dari total daftar pemilih yang ada sebelum pelaksanaan Pemilu.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kobar, Chaidir, Senin, 8 Juli 2024 menjelaskan, dari data sementara, proses coklit berjalan lancar dan menunjukkan hasil yang positif di berbagai kecamatan. 

"Dari data sementara, untuk Kecamatan Kumai tercatat jumlah pemilih yang sudah tercoklit berjumlah 22.775 orang, sedangkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) berjumlah 39.380 orang, Jumlah TPS sebanyak 78. Dari data tersebut, persentase coklit sudah mencapa8 58%," jelas Chaidir.

Chaidir melanjutkan, untuk Kecamatan Arut Selatan (Arsel), data sementara pemilih yang sudah tercoklit 53.752 orang.

"Sedangkan DPT yang ada berjumlah 87.562 orang, jumlah TPS sebanyak 166. Dari data sementara ini persentase coklit mencapai 61%," jelas Chaidir.

--page

Kemudian, untuk Kecamatan Kotawaringin Lama, jumlah pemilih yang sudah tercoklit 8.525 orang, jumlah DPT 14.771 orang, jumlah TPS 35 dan persentase coklit sudah mencapai 58%.

"Untuk Kecamatan Arut Utara (Aruta), jumlah pemilih yang sudah tercoklit sebanyak 2.383 orang, jumlah DPT sebanyak 6.502 orang, jumlah TPS 18 dan persentase coklit sudah mencapai 37%," ujar Chaidir.

Berikutnya, Kecamatan Pangkalan Lada, jumlah pemilih yang sudah tercoklit 17.027 orang, jumlah DPT  26.781 orang, jumlah TPS 57 dan persentase coklit sudah mencapai 64%.

"Untuk Kecamatan Pangkalan Banteng jumlah pemilih yang sudah tercoklit sebanyak 17.027 orang, jumlah DPT sebanyak 27.313 orang, jumlah TPS 58 dan persentase coklit sudah mencapai 61%," tutur Chaidir. (WAHYU KRIDA/Y)