BORNEONEWS, Kotim - Warga Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur berharap PT PLN Persero Rayon Sampit membantu pengukuran dan pemasangan jaringan listrik di wilayah itu. Listrik yang akan dialirkan ke rumah-rumah masyarakat di wilayah itu bukan dari PLN, tetapi pasokan listrik dari perusahaan. PLN hanya diminta membantu pemasangan jaringan.

Camat Telawang, Agus Tripurna Tangkasiang mengatakan, dua perusahaan perkebunan besar swasta (PBS) di wilayah Telawang, sudah menyatakan kesiapannya membantu pasokan listrik untuk Desa Kenyala yang sampai saat ini belum mendapatkan pasokan listrik. Bahkan sebelumnya rencana tersebut telah dibahas bersama antara pihak kecamatan, perusahaan dan juga PLN Sampit.

“Beberapa waktu lalu telah diadakan rapat antara PLN, pemerintah Desa Kenyala, pihak Kecamatan Telawang, perwakilan dari dua PBS yang siap memberikan pasokan listrik. Disepakati perusahaan siap membantu pasokan listrik untuk Desa Kenyala, namun setelah pertemuan itu belum ada kabar dari PLN,” ungkap Camat Telawang, Agus Tripurna Tangkasiang, Jumat (10/6/2016).

Bagaimanapun sebagai pihak yang memahami teknis, peran PLN sangat dibutuhkan dalam membantu membuka jaringan dan pasokan listrik yang mana sudah mendapatkan bantuan dari dua PBS yang ada di sekitar Desa Kenyala. Namun,sampai saat ini, belum ada kabar dari pihak PLN, padahal dalam pertemuan lalu, PLN sendiri sudah menyatakan kesiapannya membantu desa tersebut untuk bisa dialiri listrik.

“Tinggal menanti kapasitas listrik tersebut, mampu untuk beberapa rumah tangga, tergantung pihak PLN,” kata Agus.

Hingga saat ini baik pihak Kecamatan Telawang, Desa Kenyala, dan pihak perusahaan menunggu keputusan dari PLN Sampit, namun belum ada keterangan maupun alasan yang diberikan pihak PLN terhadap bantuan tersebut.

“Kalau untuk alasan PLN, kami masih belum diberikan informasi,” tandas Agus.

Desa Kenyala merupakan salah satu desa yang masuk di wilayah Kecamatan Telawang. Selama ini desa itu belum teraliri listrik, warga mengandalkan lampu teplok untuk menerangi rumah mereka pada malam hari. (RAFIUDIN/N).