BORNEONEWS, Palangka Raya - Kedua mahasiswi, MM (21) dan AT (19), di Palangka Raya mendapat pembinaan dari Humas Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) setelah mengunggah Informasi Hoaks menyatakan bahwa temannya DA VCS bersama pacarnya di Kos.
MM dan AT, mengunggah hoaks dan ujaran kebencian di status WhatsApp pribadi mereka. Kasus ini terungkap setelah DA (19), teman sekelas MM dan AT, melaporkan kejadian tersebut kepada Ketua Tim Virtual Police Bidhumas Polda Kalteng Ipda Shamsuddin atau akrab disapa Cak Sam.
"Saya merasa tidak terima atas tuduhan yang tidak benar yang dilontarkan melalui status WhatsApp MM dan AT terkait VCS dengan pacar saya di kos," kata DA kepada Cak Sam, Senin, 8 Juli 2024.
Melihat hal tersebut, Cak Sam memanggil MM, AT dan DA untuk dimediasi dan diselesaikan masalahnya, MM dan AT diberikan pembinaan agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan menyadari dampak negatif dari unggahan hoaks.
MM dan AT akhirnya meminta maaf kepada DA dan mengakui kesalahannya. Saat itu, suasana diwarnai dengan isak tangis dan pelukan sebagai tanda kesepakatan untuk memperbaiki hubungan mereka.
--page
Humas Polda Kalteng menekankan pentingnya kesadaran akan dampak negatif dari unggahan tidak benar di media sosial.
"Saya juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menyebarkan informasi dan menjaga hubungan antarindividu dengan baik demi terciptanya lingkungan yang harmonis dan penuh saling pengertian," pungkasnya. (PATHUR/H)









