BORNEONEWS, Palangka Raya - Jumlah penduduk Kalimantan Tengah yang berada di bawah garis kemiskinan atau GK pada Maret 2024 sebesar 145,63 ribu orang, meningkat 3,46 ribu orang terhadap Maret 2023.
"Garis Kemiskinan merupakan suatu nilai pengeluaran minimum kebutuhan makanan dan non-makanan yang harus dipenuhi agar tidak dikategorikan miskin," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti pada Senin, 8 Juli 2024.
Penduduk miskin, kata Agnes, adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan. BPS Kalteng kemudian menyajikan perkembangan garis kemiskinan pada Maret 2023 dan Maret 2024.
"Garis Kemiskinan pada Maret 2024 adalah sebesar Rp 623.954,- per kapita per bulan," tutur Agnes lagi.
Dibandingkan dengan Maret 2023, lanjutnya, terjadi kenaikan sebesar 4,66 persen. Diperlihatkan oleh Agnes peranan komoditi makanan masih jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan.
--page
"Besarnya sumbangan Garis Kemiskinan Makanan atau GKM terhadap GK pada Maret 2024 sebesar 77,39 persen sedangkan Garis Kemiskinan Bukan Makanan atau GKBM sebesar 22,61 persen," tuturnya.
Pada Maret 2024, kata Agnes, komoditi makanan yang memberikan sumbangan terbesar pada GK, baik di perkotaan maupun di perdesaan, pada umumnya hampir sama.
"Beras dan rokok kretek filter masih memberi sumbangan terbesar yakni sebesar 19,83 persen dan 16,17 persen di perkotaan. Di perdesaan, beras memberi sumbangan sebesar 25,59 persen dan rokok kretek filter 16,95 persen," bebernya.
Komoditi lainnya, kata Agnes, adalah daging ayam ras sebesar 7,00 persen di perkotaan dan 5,31 persen di perdesaan, telur ayam ras sebesar 4,75 persen di perkotaan dan 3,76 persen di perdesaan, mie instan sebesar 2,97 persen di perkotaan dan 2,98 di perdesaan, gula pasir sebesar 2,67 persen di perkotaan dan 3,61 persen di perdesaan, dan seterusnya.
"Komoditi bukan makanan yang memberikan sumbangan terbesar baik pada GK perkotaan dan perdesaan adalah perumahan sebesar 8,75 persen di perkotaan dan 8,86 persen di perdesaan, bensin sebesar 4,62 persen di perkotaan dan 3,36 persen di perdesaan, listrik sebesar 3,40 persen di perkotaan dan 1,68 persen di perdesaan, pendidikan, perlengkapan mandi dan seterusnya," jelasnya. (TESTI PRISCILLA/H)









